Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

RSKD Dadi di Tangan dr Arman Bausat; Punya Mesin Pencacah Limbah dan Oksigen Generator

badge-check

					RSKD Dadi di Tangan dr Arman Bausat; Punya Mesin Pencacah Limbah dan Oksigen Generator Perbesar

Direktur RSKD Dadi, dr Arman Bausat Sp B, Sp OT, menjelaskan cara kerja mesin pencacah limbah.

BERITA.NEWS, Makassar – Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi rumah sakit pertama milik pemerintah yang memiliki mesin pencacah limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)

Direktur RSKD Dadi dr Arman Bausat Sp B, Sp OT, mengatakan, pengadaan mesin pencacah limbah untuk digunakan sebagai mesin penghancur limbah medis. “Mesin ini memusnahkan limbah medis dengan fasilitas insinerator dengan suhu pembakaran di atas 800 derajat celcius. Limbah B3 yang sudah dicacah kemudian menjadi limbah sampah biasa yang tidak lagi berbahaya,” ungkapnya, Selasa (28/12/2021)

dr Arman menyebut, tujuan pengadaan mesin pencacah limbah tersebut untuk menguraikan sampah medis sehingga menjadi sampah domestic. “Tujuannya itu supaya sampah B3 dihancurkan kemudian dipanaskan sehingga bisa menjadi sampah domestik,” ujarnya.

Apalagi kata dia, di era Pandemi Covid-19, jumlah serta tumpukan limbah B3 menjadi masalah yang perlu diatasi secara cermat dan akurat. Sehingga kemudian mengadakan mesin pencacah limbah B3.

“RS swasta lain punya, tapi kalau RS milik Pemprov Sulsel, hanya RSKD Dadi Provinsi Sulsel yang punya pencacah limbah B3, Ini menjadi kebanggaan Pemerintah Provinsi Sulsel dan juga RSKD Dadi,” ucapnya.

Bahkan kata dr Arman, mesin pencacah limbah tersebut telah digunakan oleh RSKD Dadi sejak 2021 dan telah mendapat izin operasional dan izin edar dari Kementerian Lingkungan Hidup.

“Dulu setiap rumah sakit memiliki sampah limbah B3 dan penghancurannya menggunakan insenator namun saat ini  insenator tidak digunakan lagi karena izinnya tidak bisa keluar dari lingkungan hidup. Sekarang sudah ada teknologi baru untuk menghancurkan limbah medis, ” jelasnya.

Direktur RSKD Dadi, dr Arman Bausat saat memperlihatkan mesin oksigen generator Mesin ini tersambung langsung ke kamar pasien.

Selain itu, manajemen RSKD Dadi juga sudah memiliki mesin oksigen generator yang mampu memproduksi gas oksigen secara mandiri. “Alhamdulillah kebutuhan oksigen di rumah sakit masih mencukupi, karena kita memiliki mesin oksigen generator yang mampu memproduksi gas oksigen sendiri,” kata dr Arman.

dr Arman menegaskan akan terus membuat terobosan demi kemajuan RSKD Dadi. Utamanya meningkatkan pelayanan kepada pasien.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

Trending di Pemprov Sulsel