Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Seekor Bayi Gajah Jantan Lahir di TNTN Pelalawan

badge-check

					Seekor bayi gajah jantan lahir di kamp Elephants Flying Squad, SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Pelalawan. (ANTARA/HO-Humas BBKSDA Riau). Perbesar

Seekor bayi gajah jantan lahir di kamp Elephants Flying Squad, SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Pelalawan. (ANTARA/HO-Humas BBKSDA Riau).

BERITA.NEWS, Pekanbaru – Seekor bayi gajah jantan lahir di kamp Elephants Flying Squad, SPTN Wilayah I Lubung Kembang Bunga, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Desa Lubuk Kembang Bungo, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (2/12), pukul 02.00 WIB.

“Bayi gajah jantan ini adalah anak dari induk gajah bernama Ria, berusia 45 tahun. Hasil pengukuran morfometri, anak gajah tersebut lahir dengan tinggi badan 86 sentimeter dan panjang badan 102 sentimeter, lingkar badan 103 sentimeter serta berat badan 84 kg,” kata Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmatoro, kepada media di Pekanbaru, Sabtu (4/12/2021).

Dia menjelaskan bayi gajah itu hasil pembiakan dengan gajah liar. Bayi itu anak keempat dari Ria, sedangkan tiga gajah lainnya yang dilahirkan gajah Ria, bernama Tesso, Tino, dan Harmoni Rimbo.

Proses kelahiran berlangsung secara normal, sedangkan induk dan bayi dalam keadaan sehat. Hingga saat ini tim medis BBKSDA Riau terus melakukan pemeriksaan kesehatan induk dan bayi gajah.

“Kami telah mendata Elephants Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo sudah mengalami empat kali kelahiran anak gajah dari dua ekor induk gajah jinak, yakni Lisa dan Ria, dalam rentang waktu lima tahun terakhir,” katanya.

Persisnya, katanya, setahun yang lalu, pada akhir tahun 2020, Lisa melahirkan seekor anak gajah berjenis kelamin jantan yang saat ini diberi nama Ryu.

Baca Juga :  Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

Heru mengatakan dengan penambahan satu anak gajah sumatra di Elephants Flying S​​​​​​​quad Taman Nasional Tesso Nilo ini, menguatkan fakta bahwa kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo merupakan habitat penting yang berkontribusi dalam peningkatan populasi gajah sumatra.

Ia menjelaskan pada 2011, IUCN telah menetapkan tentang status konservasi gajah sumatra ke dalam kategori Critically Endangered (CR) yang artinya satwa ini berada diambang kepunahan.

“Gajah sumatra merupakan salah satu jenis mamalia yang dilindungi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi,” katanya.

Sejalan dengan itu, maka kelahiran bayi gajah di Elephants Flying S​​​​​​​quad Taman Nasional Tesso Nilo, meningkatkan optimisme dan semangat Taman Nasional Tesso Nilo sebagai pusat konservasi gajah sumatra di Riau dalam melestarikan kembali populasinya.

Balai Taman Nasional Tesso Nilo berharap lahirnya gajah sumatera di kamp Elephants Flying Squad TNTN dapat mewujudkan visi, misi dan tujuan pengelolaan taman nasional itu.

“Saat ini total gajah di Elephants Flying S​​​​​​​quad C​​​​​​​amp TNTN menjadi 10 ekor yakni empat ekor gajah dewasa, dua ekor gajah remaja, empat ekor gajah anak,” kata Heru.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Trending di Daerah