Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Politik

PDIP-PKP Berkomitmen Jadi Benteng Penjaga Ideologi Pancasila

badge-check

					Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) dan Ketua Umum PKP Mayjen Mar (Purn) Yussuf Solichien saat melakukan pertemuan di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (26/10/2021). (ANTARA/HO-PDIP) Perbesar

Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (kanan) dan Ketua Umum PKP Mayjen Mar (Purn) Yussuf Solichien saat melakukan pertemuan di Kantor DPP PDIP, Jakarta, Selasa (26/10/2021). (ANTARA/HO-PDIP)

BERITA.NEWS, Jakarta – DPP PDI Perjuangan bersama DPP Partai Keadilan dan Persatuan (PKP) berkomitmen bekerja sama dan menjadi benteng penjaga ideologi Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Kehadiran pengurus PKP di PDI Perjuangan ini tidak hanya untuk memperkuat semangat kebangsaan untuk membangun Indonesia Raya kita agar semakin kokoh pada jalan Ideologi Pancasila. Dengan komitmen sangat kuat terhadap UUD NRI 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika. Pesan Ibu Ketua Umum Ibu Megawati Soekarnoputri bagaimana kita berjuang sama-sama untuk memastikan persatuan RI,” kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto saat menerima delegasi PKP di kantor PDIP, Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Dalam pertemuan itu, Hasto didampingi sejumlah Ketua DPP PDIP yakni Ahmad Basarah, Djarot Saiful Hidayat, Nusyirwan Soedjono, Hamka Haq, Ribka Tijitaning, Eriko Sotarduga, Wasekjen PDIP Sadarestuwati dan Kepala Sekretariat DPP Yoseph Aryo Adhi Dharmo.

Delegasi PKP dipimpin Ketua Umum, Mayjen Mar (Purn) Yussuf Solichien, Waketum PKP Mayjen TNI (Purn) Aslizar Tanjung, Kabid Polhukam Irjen Pol (Purn) Syahrul Mamma, Kabid OKK PKP R Dodi Suriadiradja, Kabid Kewilayahan Freddy Arronggear, Bendahara Umum Ellen Sukmawati, Wasekjen PKP Dyah Puspita Sari dan Wabendum Vita Apriliyana.

“Ibu Megawati Soekarnoputri sangat intens berkomunikasi dengan bapak Tri Sutrisno dan juga bapak Hendropriyono yang merupakan sahabat baik Ibu Megawati,” kata Hasto menyebut dua tokoh senior PKP.

Menurut Hasto dengan silaturahmi ini, kedua partai ingin membangun kerja sama dengan spirit gotong royong di antara seluruh partai politik, khususnya yang memang memiliki rekam jejak sejarah perjuangan bangsa.

Baca Juga :  Drama Muscab PPP Sinjai: Nama Formatur Ditetapkan, Ketua Masih Misterius

“Rekam jejak PDIP ini berkaitan dengan PNI yang pada tahun 1973 terjadi fusi. Kalau PKP kan berkaitan dengan purnawirawan TNI yang bersama-sama kita lihat rekam jejaknya dalam menegakkan Pancasila,” lanjut Hasto dalam siaran persnya.

“Kita ini satu saudara kebangsaan yang sama-sama berjuang demi tegaknya Pancasila, NKRI, UUD 45, dan Kebhinnekaan,” tambah Hasto.

Bahkan, Hasto mengatakan Hendropriyono beberapa kali hadir menjadi narasumber di acara PDIP.

Sementara itu, Ketua Umum PKP Mayjen Mar (Purn) Yussuf Solichien menyampaikan bergembira bisa hadir dan berdialog di kantor PDIP.

“Kami berterima kasih diterima di markas PDIP, dan ke depan bisa berkolaborasi meningkatkan demokrasi tidak hanya demokrasi tapi demokrasi Pancasila supaya cita-cita founding fathers (bapak pendiri bangsa) bisa tercapai,” kata Yussuf yang merupakan mantan komandan Denjaka.

Menurut dia, PKP sama dengan PDIP tetap mempunyai komitmen yang kuat menjadi garda terdepan dan benteng Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Hal ini untuk menghadapi segala rongrongan ancaman disintegrasi bangsa, radikalisme, intoleransi, sifat-sifat yang diskriminatif, termasuk kelompok-kelompok yang ingin mengubah Pancasila,” tegasnya.

Saat dialog, kedua partai membahas sejumlah isu aktual seperti ancaman ideologi yang ingin mengubah ideologi Pancasila, upaya menjaga kebhinekaan, penanganan COVID-19 dan wacana amandemen UUD 45.

“PDI Perjuangan dan PKP satu kekuatan nasionalis. Kekuatan Merah-Putih. Kita sama-sama berkomitmen melawan ideologi yang mau mengganti Pancasila. PDI Perjuangan siap bekerja sama. Pertemuan ini momentum memperkuat kerja sama kedua partai,” ucap Hasto.

Usai dialog, kedua partai bertukar cinderamata. Selanjutnya, Hasto mengajak delegasi PKP menyantap soto ayam dan nasi liwet keprabon yang disajikan untuk menyambut kehadirannya di kantor PDIP.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Drama Muscab PPP Sinjai: Nama Formatur Ditetapkan, Ketua Masih Misterius

26 April 2026 - 20:36 WITA

muscab-ppp

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto

Diam-Diam Sambangi Warga, Patudangi Azis Salurkan Sembako di 5 Titik Strategis Bulukumba–Sinjai

15 Maret 2026 - 20:50 WITA

sembako

Data Pemilih Dicek Satu per Satu! Bawaslu Bulukumba Terjunkan 5 Tim ke Lapangan

12 Maret 2026 - 23:00 WITA

data pemilih
Trending di Politik