Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

DPRD Makassar

Ketua DPRD Makassar Diskusikan Urgensi Belajar Tatap Muka

badge-check

					Ketua DPRD Makassar Diskusikan Urgensi Belajar Tatap Muka Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Ketua DPRD Makassar Rudianto Lallo yang juga Ketua Dewan Pendidikan Kota Makassar menggelar Focus Group Discussionn (FGD) dengan tema Kualitas Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19, Kamis (01/09/2021) di Kantor Dewan Pendidikan Kota Makassar.

Kegiatan ini dalam rangka mengkaji polemik diselenggarakannya pembelajaran tatap muka. Sebab, terjadi pro-kontra digelarnya tatap muka dengan memperketat protokol kesehatan. Hal ini juga yang mendasari Dewan Pendidikan menggelar kuis cerdas cermat yang disiarkan oleh salah satu stasiun TV milik pemerintah.

“Kami dewan pendidikan sudah menggelar lomba cerdas cermat yang disiarkan langsung, berdasarkan laporan penanggung jawab ada kemunduran dari sisi kualitas,” ujar Ketua Dewan Pendikdikan, Rudianto Lallo yang juga Ketua DPRD Makassar.

Senada dengan beliau, Ketua Komisi D DPRD Kota Makassar Abd. Wahab Tahir menyampaikan pihaknya menemukan sejumlah kendala semenjak digelarnya belajar daring (online) sehingga menyebabkan kualitas pendidikan ‘down’ (menurun).

Baca Juga :  Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

“Dari dasar itu, lahir inisiasi kami membuat perlindungan tenaga pendidik, sebab kami tau seberapa susahnya jadi guru,” ujarnya.

Diskusi ini juga menghadirkan Ahli Epidimolog Prof. Ansariadi serta sejumlah Pengurus Dewan Pendidikan Kota Makassar, PGRI Kota Makassar, dan Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Pertimbangan dari sisi kesehatan dikemukakan Ahli Epidimolog Prof. Ansariadi yang mengatakan sebaiknya kota makassar melaksanakan belajar tatap muka dimulai dari jenjang pendidikan SMP dan SMA. Pasalnya, vaksinasi baru dilakukan pada rentan usia diatas 12 tahun.

“Data vaksianasi rentan usia 12-18 tahun kita harus pastikan. Apakah sudah cukup tinggi?. Selain itu menurut data yang saya dapatkan guru telah divaksinasi seluruhnya.” Ujarnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan studi yang didapat oleh pihaknya, penularan terjadi di rumah dan bukan disekolah. “ini perlu menjadi perhatian kita bersama”, ucapnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Rakor Reformasi Pertanahan, Munafri: Pentingnya Legalitas Aset Daerah

29 April 2026 - 18:15 WITA

Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

29 April 2026 - 13:38 WITA

RW 01 Kompleks CV Dewi Dinilai Layak Wakili Makassar di Lomba Satkamling Tingkat Polda Sulsel

29 April 2026 - 07:05 WITA

May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

28 April 2026 - 19:35 WITA

Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

28 April 2026 - 18:12 WITA

Trending di Makassar