Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Makassar

Sikapi Praktik Jual Beli Tandatangan dan Foto Walikota, Komisi D gelar Rapat Kerja Bersama Disdik Makassar

badge-check

					Sikapi Praktik Jual Beli Tandatangan dan Foto Walikota, Komisi D gelar Rapat Kerja Bersama Disdik Makassar Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Sikapi pemberitaan terkait adanya praktik jual beli tandatangan dan foto Walikota, Komisi D Bidang Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat DPRD kota Makassar gelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan kota Makassar, Selasa (18/05/2021).

Rapat kerja dipimpin langsung Ketua Komisi D, Abdul Wahab Tahir didampingi Asisten II kota Makassar, Sittiara dan dihadiri Plt. Kepala Dinas Pendidikan kota Makassar, Nelma Palamba yang didampingi pejabat struktural serta beberapa Anggota komisi D DPRD Makassar.

Dalam rapat Wahab Tahir meminta kepada Dinas Pendidikan kota Makassar terkhusus bidang terkait untuk menjelaskan permasalahan yang ramai dibincangkan perihal jual Beli tandatangan dan foto Walikota.

Wahab Tahir menambahkan,oknum atas nama Mince selaku vendor mengambil kesempatan dengan menjual nama pejabat di Disdik untuk kelancaran usahanya, dengan mengancam kepala sekolah jika tidak dibeli akan dimutasi.

“Mince berusaha menemui beberapa pejabat di disdik setelah pertemuanya itu dipakai me-just dirinya bahwa dia mendapat legitimasi,” ungkapnya saat RDP bersama Disdik Kota Makassar di ruang Komisi D

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan Dasar Disdik Kota Makassar, Ahmad Hidayat mengaku tidak penah mengfasilitasi vendor untuk melakukan rekanan.

Ia mengaku ia bertemu dengan Mince sekitar 4 tahun lalu.

“Mince ini pernah ke rumahku untuk bisa komunikasi terkait rekanan, tetapi saya tidak pernah mengfasilitasi. Saya terakhir ketemu 4 tahun lalu, saya tidak pernah masuk di wilayah itu, saya sama sekali tidak terlibat,” akunya.

Baca Juga :  Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

Ia menjelaskan, dana bos dari Kementerian Keuangan langsung dicairkan ke kepala sekolah sehingga tidak ada kewenangan disdik untuk melakukan penjualan.

“Dana bos langsung masuk ke kepala sekolah, daba bos sudah tidak tidak lewat gubernur, tidak lewat ke kepala daerah, dananya langsung ke Kepala sekolah, jadi kalau mau menjual ya langsung saja ke kepala sekolah,”

Hal senada juga dikatakan Syarifuddin, ia mengaku tidak pernah bertemu dengan Mince dalam waktu dekat ini.

“Sampai hari ini saya tidak pernah ketemu, terakhir tiga tahun lalu, waktu itu dia bawa buku bahasa daerah, dia bawa dari Gowa minta dipublikasi, sampai hari ini saya tidak pernah ketemu,” kata Syarif.

Sementara Muskarnain mengatakan pernah bertemu terakhir dengan Mince pada 1 April 2021.

“pada saat itu beliau langsung menyampaikan kepada saya bahwa saya yang menjual foto wali kota, dipertegaslah oleh salah satu K3S bilang ini pak Muskar yang menjual, terus diminta untuk dibantu untuk sosialisasi dengan K3S, dengan tegas saya menyampaikan bahwa saya tidak punya kewenangan, silahkan ke sekolah untuk berkompetisi,” tandasnya.

Mendengar hal tersebut Komisi D DPRD Makassar akan memanggil pihak terkait K3S (Kelompok Kerja Kegiatan Kepala Sekolah) dan Mince yang terlibat dalam penjualan foto dan buku itu.

Dirinyapun mengimbau kepada Plt. Kepala Dinas Pendidikan untuk membuat surat edaran untuk tidak membayarkan foto dan buku pelajaran yang telah diambil, sebagai efek jera kepada oknum yang menjual nama pejabat dinas pendidikan.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Rakor Reformasi Pertanahan, Munafri: Pentingnya Legalitas Aset Daerah

29 April 2026 - 18:15 WITA

Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

29 April 2026 - 13:38 WITA

RW 01 Kompleks CV Dewi Dinilai Layak Wakili Makassar di Lomba Satkamling Tingkat Polda Sulsel

29 April 2026 - 07:05 WITA

May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

28 April 2026 - 19:35 WITA

Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

28 April 2026 - 18:12 WITA

Trending di Makassar