Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Tak Hanya Makassar dan Gowa, Densus 88 Juga Tangkap Terduga Teroris di Enrekang

badge-check

					Densus 88 Antiteror menembak mati dua terduga teroris di Villa Mutiara Cluster Biru Jalan Boulevard Kelurahan Bulurokeng Biringkanaya Kota Makassar. Perbesar

Densus 88 Antiteror menembak mati dua terduga teroris di Villa Mutiara Cluster Biru Jalan Boulevard Kelurahan Bulurokeng Biringkanaya Kota Makassar.

BERITA.NEWS, Makassar–Total terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Antiteror Mabes Polri sebanyak 20 orang dari jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Sulsel.

Penangkapan dari ke-20 terduga teroris itu ternyata tidak hanya di Kota Makassar dan Kabupaten Gowa, tetapi juga di Kabupaten Enrekang.

Kapolda Sulsel Irjen Merdisyam mengatakan, penangkapan terhadap dua puluh terduga teroris dilakukan di pelbagai daerah di Sulsel yakni di Kota Makassar, Kabupaten Gowa dan di Kabupaten Enrekang.

“Di Makassar berlangsung di 3 kecamatan, yakni Biringkanaya, Sudiang, dan Tallo. Kemudian penangkapan selanjutnya di Kecamatan Somba Opu, Gowa, dan yang kelima di Desa Taulo Kecamatan Alla Kabupaten Enrekang,” kata Merdisyam saat merilis kasus tersebut di Aula Mappaodang, Mapolda Sulsel, Jl Perintis Kemerdekaan, Kota Makassar, Kamis
7 Januari 2021.

Sementara itu, perwakilan Tim Densus 88 Brigjen Ibnu Suhendra mengatakan,
bahwa dari total 20 terduga teroris yang diamankan, sejumlah keluarga yang ikut diamankan tidak termasuk dari bagiannya. Dia menjabarkan seperti anak dan istri  serta sejumlah keluarga yang ikut diamankan lainnya tersebut saat ini hanya menjalani pemeriksaan penyidik.

“Adapun beberapa orang keluarga dari terduga teroris yang ikut diamankan bukan berarti dia diamankan dan dijadikan tersangka, tetapi dari penyidikan kita masih memilah keterlibatannya karena saat ditangkap ibu-ibu dan anak-anaknya ada bersama tersangka,” ujar Brigjen Ibnu.

Brigjen Ibnu menjelaskan, bahwa keluarga dari terduga teroris yang ikut diamankan tersebut dilakukan guna meminimalisir hal-hal yang tak diinginkan, termasuk untuk mencegah kesalahpahaman pihak keluarga terkait penangkapan suami atau ayah mereka sebagai terduga teroris, selain itu untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Jadi kami masih melakukan penyidikan, nanti setelah dari hasil penyidikan, hasil pemeriksaan baru dipilah oleh penyidik, baru dikembalikan ke rumah masing-masing,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Densus 88 melakukan penangkapan disejumlah daerah seperti Kota Makassar dan Kabupaten Gowa. Dari hasil penangkapan itu, pihak kepolisian mengatakan bahwa dua terduga teroris akhirnya tewas ditembak mati oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri lantaran melakukan perlawanan saat akan diamankan. Kemudian Densus 88 juga melakukan penangkapan di Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa dengan waktu yang bersamaan. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

AS Perluas Operasi, Kapal Tanker Iran Disergap di Samudera Hindia

23 April 2026 - 18:17 WITA

Arab Saudi Berlakukan Denda Rp459 Juta Bagi Pelanggar Aturan Haji

23 April 2026 - 09:57 WITA

Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Siap Jaga Koneksi Jamaah di Tanah Suci

22 April 2026 - 09:29 WITA

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Israel Kehilangan Sekutu, PM Baru Hongaria Siap Tangkap Netanyahu

21 April 2026 - 09:21 WITA

Trending di News