Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Plt Sekda Gowa Pimpin Pertemuan TPID

badge-check

					Plt Sekda Gowa Pimpin Pertemuan TPID Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Plt Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Hj Kamsinah membuka High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Baruga Karaeng Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Kamis (8/10/2020).

Ia mengatakan di tengah pandemi Covid-19 ini, yang menjadi perhatian bagaimana mendorong pelaku usaha untuk berkontribusi menjaga ketersediaan stok bahan pangan dan tidak mengambil keuntungan dari kondisi saat ini.

“Sekarang yang dibutuhkan melibatkan semua BUMD, koperasi, toko tani dan swasta sebagai pemasok pangan dan bekerjasama dalam pendistribusiannya,” ungkapnya.

Selain itu, terkait ketersediaan ketahanan pangan di Gowa dipastikan aman bahkan melebihi kebutuhan masyarakat di bulan ini seperti beras tersedia 320.765 ton sedangkan kebutuhan 9.127 ton, gula pasir tersedia 2.010 ton sementara kebutuhan hanya 1.369 ton, telur 53.553.642 biji dan kebutuhan 45.636.420 biji. Begitupla dengan daging sapi dan ayam, sayur dan buah, dan lainnya.

Baca Juga :  Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

Direktur Divisi Ekonomi Bank Indonesia, Endang Kurnia Saputra, mengatakan Kabupaten Gowa yang masuk pada wilayah Makassar bersama Takalar mengalami inflasi 1,64 persen.

Hal tersbebut kata Endang masih terbilang wajar di tengah pandemi ini. Namun yang perlu menjadi perhatian yaitu mengurangnya daya beli masyarakat yang diakibatkan oleh beberapa hal salah satunya penurunan omset bagi pelaku usaha dan PHK sehingga mempengaruhi pendapatan masyarakat itu sendiri.

“Inflasi bulan ini masih terkedali sehingga tidak perlu dikhawatirkan. Tetapi tantangan utama kita meningkatkan kembali daya beli masyarakat,” bebernya.

Adapun beberapa cara yang bisa dilakukan yakni meningkatkan sektor pertanian melalui teknologi pertanian dan digital farming, membuka kembali lapangan kerja, fiscal driven, penyerapan APBD menjadi faktor kunci, dan memberdayakan UMKM.

“Pesan kami untuk meningkatkan daya beli masyarakay dengan cara mendorong terciptanya lapangan kerja yang bisa menyerap tenaga kerja yang banyak seperti pertanian, agar perekonomian masyarakat meningkatkan dan daya beli juga ikut meningkat,” pungkasnya.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah