Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Direktur MDI: Andai Bukan Gandeng Fatmawati DP Bisa Menang Telak

badge-check

					Direktur MDI: Andai Bukan Gandeng Fatmawati DP Bisa Menang Telak Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Elektabilitas pasangan calon nomor urut satu, Danny Pomanto-Fatmawati Rusdi terus menurun menjelang Pilwakot Makassar 2020. Berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga, meski mayoritas tetap menempatkan paket dengan akronim ADAMA pada posisi teratas, tetapi selisihnya dengan rivalnya kini sangat tipis. 

Direktur Mitra Demokrasi Indonesia, Andi Taufiq Aris (ATA) menyampaikan : terus merosotnya elektabilitas DP-sapaan akrab Danny Pomanto, tidak lepas lantaran pendampingnya, Fatmawati, yang kurang mampu mendongkrak elektoral ADAMA. Kondisi itu membuat DP harus susah payah bekerja mendongkrak tingkat keterpilihannya.

“Seandainya bukan menggandeng Fatmawati, DP bisa menang telak. Yang terbaca saat ini, faktor Fatmawati ini menggerus elektabilitas DP. Ya maaf saja, Fatmawati buktinya tidak mampu membuat elektabilitas ADAMA menjauh dari rivalnya, tapi semakin tipis, bahkan ada hasil survei yang menyatakan ADAMA tersalip oleh APPI-Rahman dan tidak lagi di posisi teratas,” ujar Bung Ata Sabtu (10/10/2020).

Berdasarkan hasil analisanya, ada sejumlah faktor utama yang membuat ADAMA kesulitan meningkatkan elektabilitasnya. Semuanya berkaitan dengan Fatmawati. Pertama, istri Rusdi Masse (RMS) itu memang tidak dikenal di Kota Makassar. Mantan Anggota DPR RI itu selama ini memang hanya diketahui berasal dari Kabupaten Sidrap. 

Baca Juga :  Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

“Fatmawati ini pendatang baru, tetiba muncul menjelang detik-detik akhir. Dia tidak dikenal dan baru masuk Makassar, jadinya sulit dalam waktu singkat mengangkat elektabilitasnya. Kalau pun ada yang kenal, orang tahunya dia mantan Calon Bupati Sidrap tapi gagal dan kini mencoba peruntungan di Makassar, itu malah memunculkan sentimen negatif,” terangnya. 

Kedua, Fatmawati merupakan kader Nasdem, sama dengan DP. Ata mengungkapkan kondisi tersebut membuat mesin politik ADAMA dari unsur parpol pengusung maupun parpol pendukung tidak akan maksimal di lapangan. Tentunya hanya Nasdem yang akan bekerja maksimal untuk pemenangan paslon tersebut. 

“Faktor Nasdem-Nasdem ini juga turut berpengaruh. DP Nasdem dan Fatmawati Nasdem, kondisi itu membuat parpol di barisan ADAMA menjadi lemah hati, sulit untuk melihatnya bekerja maksimal. Ya bisa saja di mulut bilang all-out dan solid, tapi di lapangan loyo,” tuturnya. 

Kondisi itu juga dipengaruhi ketidaktegasan DP. Kata Ata, seandainya DP mau komitmen dan mempertegas sikap, maka kondisi parpol pengusung pasti lebih maksimal. Hal itu terkait status DP, apakah masih kader Nasdem ataukah sudah berpindah ke Gerindra. Diketahui, banyak diberitakan DP sudah menerima KTA Gerindra, tapi dia malah membantahnya. 

“Yang juga menjadi persoalan adalah sikap dan komitmen DP, dimana sampai sekarang dia belum mengakui sepenuh hati sebagai kader Gerindra. Ya artinya masih kader Nasdem,” tukasnya. (*)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Siap Jaga Koneksi Jamaah di Tanah Suci

22 April 2026 - 09:29 WITA

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Israel Kehilangan Sekutu, PM Baru Hongaria Siap Tangkap Netanyahu

21 April 2026 - 09:21 WITA

Pertamina Kaji Ulang Harga BBM Termasuk Pertamax

19 April 2026 - 19:15 WITA

Lebanon Selatan Kembali Membara, 1 Tentara Israel Tewas 9 Terluka

19 April 2026 - 15:58 WITA

Trending di News