Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru, Pemkab Gowa Siap Pulihkan Sektor Pariwisata

badge-check

					Penerapan Adaptasi Kebiasaan Baru, Pemkab Gowa Siap Pulihkan Sektor Pariwisata Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Pandemi virus Corona atau Covid-19 yang terjadi di Indonesia beberapa bulan terakhir ini berdampak pada sejumlah sektor di Indonesia. Salah satu sektor yang sangat merasakan dampaknya adalah Sektor Pariwisata.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia, Luhut B Panjaitan saat membuka Webinar Reaktivasi Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru melalau aplikasi zoom, Rabu (22/7/2020).

“Hal ini tercermin dari penurunan wisata asing maupun sekaligus devisa kita. 20 Mei bulan Mei kemarin tahun 2020 BPS mencatat bahwa berjalan wisata turun hampir 100% dibanding bulan-bulan sebelumnya Bank Indonesia juga menyatakan bahwa persoalan devisa pariwisata turun hingga 97%,” kata Luhut B Panjaitan.

Lanjut Luhut, dirinya menyebutkan bahwa implikasi besar dari dampak Covid-19 ini juga terhadap ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Lebih dari 180 ribu tenaga kerja di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif merasakan dampaknya dan lebih dari 2000 hotel mengalami pemberhentian operasional.

“Oleh karena itu mari kita sama-sama untuk memulai mencoba melakukan turis domestik percobaan naik yang secara bertahap angka itu sampai ke 70%. Indonesia memiliki potensi wisatawan domestik yang sama besar dengan 300 juta berjalan tiap tahun,” jelasnya.

Selain itu, dalam upaya pemulihan sektor pariwisata ini, Luhut berharap agar seluruh Pemerintah Daerah di Indonesia untuk tetap memperhatikan keselamatan masyarakat atau wisatawan maupaun pekerja pariwisata yaitu dengan Penerapan Protokol Kesehatan.

Sementara itu, menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kasubadio menyebutkan bahwa sektor pariwisata Indonesia lebih diuntungkan dibandingkan negara lain di masa Pandemi Covid-19 ini.

Baca Juga :  Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

“Di era pandemi Covid-19 ini ke depan salah satu yang paling diuntungkan adalah wisata alam karena wisata alam adalah resiko yang sangat rendah dan kebetulan Indonesia dalam hal ini dibandingkan negara-negara lain kita memang kekuatannya adalah salah satu dalam wisata alam,” ujarnya.

Wisnu juga menyebutkan sejumlah upaya dilakukan untuk mendukung pariwisata di Indonesia. Yaitu mendorong adanya insentif pajak PPH 21 dan 25. Melakukan bantuan makanan siap saji sebanyak Rp. 350.000, memberi bantuan untuk pekerja seni yang bekerja di sektor pariwisata sekitar 44.000 orang.

Mendorong OJK untuk dapat melakukan restrukturisasi pinjaman bank yang total sudah sampai sekitar Rp. 124 triliun untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dan restrukturisasi di multifinance dan lising sebesar Rp. 3,1 triliun untuk sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pelaku pariwisata bisa mendapatkan dana talangan sampai 10 Miliar melalui Himbara. Kemudian melakukan bantuan insentif pemerintah khususnya di daerah desa wisata dan homestay untuk sektor pariwisata dan juga kuliner maksimum sekitar Rp. 200 juta.

Kemudian berkoordinasi dengan Garuda bersama himbara dan lain sebagainya untuk menciptakan diskon diskon tiket ke berbagai macam destinasi dan mendorong Kementerian lembaga lain seperti himbara melakukan kegiatan destinasi pariwisata.

Terpisah, ditemui usai webinar, PLT Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gowa, Ratnawati mengaku siap untuk memulihkan kembali Sektor Pariwisata di Kabupaten Gowa dan tentunya dengan penerapan Protokol Kesehatan.

“Jadi saya pikir ini sangat sejalan dengan apa yang sudah disampaikan oleh pemerintah pusat. Bapak Bupati sudah meminta bahwa semua tempat-tempat usaha pariwisata yang ada di kabupaten Gowa itu harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dan mohon izin sebelum mereka membuka kembali tempat usahanya,” ujarnya.

Hadir sebagai narasumber pada webinar ini, Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Banyuwangi A. Azwar Anas, dan PLH Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, H. Nur Cahya Murni.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah