Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Warga Tetap Diminta Tak Beraktivitas di Bantaran Sungai Jeneberang

badge-check

					Warga Tetap Diminta Tak Beraktivitas di Bantaran Sungai Jeneberang Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang mulai mengurangi pembukaan pintu pelimpahan air Bendungan Bili-bili, di Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, setelah sebelumnya dibuka dengan ketinggian 85 centimeter.

Meski pembukaan pintu pelimpahan air telah dikurangi masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas di bantaran Sungai Jeneberang. Baik mencari ikan, menambang hingga melakukan penyebrangan.

“Meskipun kapasitas Sungai Jeneberang hingga saat ini masih aman kami tetap berharap tidak ada warga yang melakukan aktivitas,” kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Supradji , Rabu (8/4/2020).

Ia menyebutkan saat ini bukaan pintu pelimpahan air di Bendungan Bili-bili setinggi 70 centimeter. Pengurangan ini dilakukan setelah melihat kondisi debit air (inflow) yang masuk ke bendungan.

“Kita buka sesuai dengan inflow yang masuk tadi malam. Tapi sekarang sudah mulai kembali lagi karena inflow yang di hulu sudah mulai berkurang,” katanya.

Lanjut Supardji, pihaknya terpaksa membuka pintu pelimpahan Selasa (7/4) malam tadi setinggi 85 centimeter akibat hujan deras yang turun di hulu Sungai Jeneberang sehingga debit air yang masuk ke bendungan cukup besar. Meskipun di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar tidak terjadi hujan, tetap berbeda dengan kondisi yang ada di hulu dengan kondisi hujan deras.

“Dari hulu kelihatan ketinggian air, makanya kita ambil langkah cepat agar tidak meluap ke Sungai Jeneberang,” ungkapnya.

Apalagi telah dihitung dengan kemampuan daya tampung Sungai Jeneberang yang meski dilakukan pembukaan dipastikan masih relatif aman.

“Kita berupaya semaksimal mungkin supaya kondisinya tetap aman. Setiap perkembangan akan kita sampaikan, misalnya dengan melihat perkembangan di hulu dan mau tidak mau pintu pelimpahan harus kita buka maka kita akan sampaikan melalui BPBD,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Bendungan Bili-bili ini memiliki dua manfaat yaitu untuk kepentingan irigasi, air baku, dan energi sertakan sebagai pengendali banjir.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Sipropam Polres Maros Ingatkan Personel Bijak Bermedsos

27 April 2026 - 10:10 WITA

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

Trending di Daerah