Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Politik

Perindo: Wacana Naik Ambang Batas Parlemen Harus Disetop, Kalau Bisa Jadi 0

badge-check

					Sekjen Perindo Ahmad Rofiq. (net) Perbesar

Sekjen Perindo Ahmad Rofiq. (net)

BERITA.NEWS, Jakarta – DPR mengkaji kenaikan angka ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dari yang saat ini 4% jadi 7%. Partai Perindo menyebut wacana kenaikan harus dihentikan.

“Menurut saya wacana kenaikan itu harus dihentikan kalau bisa harus menjadi 0, dan kita kembali pada fraksi threshold,” ujar sekjen Partai Perindo Ahmad Rofiq, saat dihubungi Rabu (10/6/2020), mengutip Detikcom.

Rofiq meminta, untuk tidak membangun politik oligarki untuk mementingkan kelompok sendiri. Menurutnya, rencana kenaikan ambang batas tidak memiliki alasan yang kuat.

“Jangan membangun politik oligarki, politik yang menang-menangan, politik yang mementingkan kelompoknya atau partai-partainya. Jadi rencana PT yang naik sesungguhnya sudah sangat tidak normal, tidak ada alasan yang sangat kuat,” kata Rofiq.

Dia menuturkan, dengan ambang batas 4% terdapat lebih dari 13 juta suara hangus. Sehingga dia menilai hal ini membuat suara rakyat dikebiri.

“Coba kita perbandingkan dengan adanya PT 4% saja suara yang hangus suara sah rakyat yang hangus itu ada 13.5 juta, itu lebih tinggi dari Partai NasDem, lebih tinggi dari PKB. Artinya bahwa suara rakyat itu dikebiri oleh aturan, padahal demokrasi itu kan mengakomodir seluruh kepentingan dan aspirasi rakyat,” kata Rofiq.

Dia menilai terdapat cara lain yang selain menaikkan ambang batas. Yaitu dengan cara diterapkannya fraksi threshold.

“Sesungguhnya harus ada formula yang baru, misalkan PT itu diganti dengan fraksi threshold misalkan. Nah fraksi threshold ini dulu kan sudah pernah dilakukan pada pemilu 99,” tuturnya.

Dia menyebut, sikap keberatan terhadap kenaikan ambang batas tersebut bukan sebuah hal yang mengada-ngada. Menurutnya, hal ini justru untuk memberikan pemahaman kepada DPR.

“Ini bukan sesuatu keberatan yang sifatnya mengada-ngada, justru kita memberikan pemahaman pada parlemen agar mereka itu mencoba membuka atau memfasilitasi agar demokrasi jauh menjadi berkualitas,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

Baru Bebas dari Penjara, Nasib Kursi DPRD Kamrianto Menggantung! Ini Kata BK

18 Maret 2026 - 20:02 WITA

kamrianto

Diam-Diam Sambangi Warga, Patudangi Azis Salurkan Sembako di 5 Titik Strategis Bulukumba–Sinjai

15 Maret 2026 - 20:50 WITA

sembako

Data Pemilih Dicek Satu per Satu! Bawaslu Bulukumba Terjunkan 5 Tim ke Lapangan

12 Maret 2026 - 23:00 WITA

data pemilih

Siap-siap! Siswa Madrasah di Bulukumba Bakal Terlibat Langsung Awasi Demokrasi

19 Februari 2026 - 19:20 WITA

mou
Trending di Politik