BERITA.NEWS, Makassar – Badan Pusat Statistik (BPS) RI bakal sensus ulang 8,8 juta penduduk di Sulawesi Selatan (Sulsel). Program tersebut, dilakukan setiap 10 tahun sekali.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) tegas, meminta BPS Sulsel lakukan by sistem dan by riset. Alasannya, data BPS selalu jadi acuan seluruh pemerintah, termasuk Pemprov Sulsel.

“Saya kira bapak ibu sekalian itu yang bisa saya sampaikan. Saya kira kita harus betul-betul membangun sebuah sistem yang mempermudahkan bagi kita semua,” ucapnya di acara Sensus Penduduk 2020 di Hotel Claro Makassar, Kamis (6/2/2020).
Sementara itu, Inspektur Utama BPS RI, Ahmad Jaelani mengaku, keberhasilan sensus penduduk 10 tahun sekali ini, tidak bisa lepas dukungan pemerintah setempat dalam hal ini Pemprov Sulsel.
“Sensus penduduk nanti ada dua tahap pertama di tahun 2020 dengan 22 pertanyaan dan pada tahap kedua 82 pertanyaan pencacahan sampel 82. Tentu data awalnya kita berdasarkan Dukcapil kemudian lakukan wawancara langsung,” jelasnya.
Jaelani menyampaikan, bagi masyarakat Sulsel yang ingin melakukan sensus penduduk secara online di website sensus.bps.go.id dimulai dari tanggal 20 Februari sampai 30 Maret.
“Mari kita bergandengan tangan untuk mencatat Indonesia. Ada 8,8 juta jiwa dan kami akan melakukan wawancara langsung tahap pertama 10000 jiwa masyarakat Sulsel,” pungkasnya.
. Andi Khaerul
![]()





























