Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Belum Setahun, Proyek Bendungan Irigasi Balai Pompengan Sudah Retak

badge-check

					Belum Setahun, Proyek Bendungan Irigasi Balai Pompengan Sudah Retak Perbesar

BERITA.NEWS, Makassar – Kondisi proyek bendungan dan jaringan irigasi milik Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang Makassar sudah retak-retak.

Diketahui, proyek ini menghabiskan anggaran APBN sebesar Rp48 miliar yang berada di dua titik pengerjaab yakni di Desa Bontomanai Rp19 miliar, sedang Rp22 miliar dikerja di Desa Tanah Harapan. Pengerjaan ini rampung sekaligus diresmikan pada akhir tahun 2018 lalu.

Kondisi proyek bendungan & irigasi Bontomanai, Bulukumba, Sulsel

Berdasarkan pantauan BERITA.NEWS, beberapa titik jaringan irigasi tampak retak bahkan ada yang ambruk. Dimana proyek rehabilitasi bendungan dan jaringan irigasi tersebut berlokasi di Desa Bontomanai, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

Namun, saat ini kondisi jaringan irigasi sudah banyak yang retak. Sementara penduduk setempat mengeluhkan kondisi air yang mengaliri jaringan irigasi tersebut.

Baca Juga :  Darah di Batu Cidu Jeneponto! Tikaman Badik Akhiri Nyawa Pria 46 Tahun, Pelaku Ditangkap Dini Hari

Retaknya jaringan iringasi proyek itu lantaran longsornya sebahagian sawah warga akibat tingginya curah hujan saat itu. Sehingga akibat longsor tersebut menimbulkan keretakan pada saluran.

Kepala Dusun Balantien Desa Bulolohe, Abdul Wahab mempertanyakan Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) yang turut mengawasi proyek tersebut.

“Kalau beginimi hasil proyek tentu warga desa dirugikan. Apalagi kami disini bekerja petani sawah yang membutuhkan air lewat jaringan irigasi itu,”ujar Abdul Wahab kepada BERITA.NEWS, Kamis (9/5/2019).

Melihat kondisi proyek tersebut, warga desa melaporkan ke Kantor Bupati Bulukumba dengan harapan adanya perbaikan. Informasi yang dihimpun pihak Kejaksaan Negeri Bulukumba sudah meninjau langsung kondisi proyek itu dan akan mengusut dugaan tindak pidana korupsi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Darah di Batu Cidu Jeneponto! Tikaman Badik Akhiri Nyawa Pria 46 Tahun, Pelaku Ditangkap Dini Hari

24 April 2026 - 19:44 WITA

penikaman

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

Trending di Daerah