Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Mega Proyek Bendungan Jenelata di Gowa Butuhkan Lahan Seluas 1.702,81 Ha

badge-check

					Peta Lokasi pembanguna mega proyek Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa Perbesar

Peta Lokasi pembanguna mega proyek Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa

BERITA.NEWS, Gowa – Sebanyak delapan desa di dua Kecamatan di Gowa akan ditenggelamkan guna pembangunan Mega Proyek Bendungan Jenelata yang akan dibangun di Kecamatan Manuju.

Kepala Dinas Pemukiman, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Gowa, Abdullah Sirajuddin menjelaskan jika ada penambahan jumlah desa di satu kecamatan lagi yang wilayahnya masuk dalam bagian pembangunan bendungan.

Hal ini diketahui setelah studi lapangan yang dilakukan oleh pihak Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSPJ).

“Jika awalnya hanya desa-desa di Kecamatan Manuju maka saat ini pembangunan bendungan juga berencana mengambil desa di kecamatan Bungaya dengan total

perkiraan kebutuhan luas lahan mencapai 1.702,81 ha,” beber Abdullah, Selasa (7/5/ 2019).

Dirincikan, total luasan 1.702,81 ha itu akan dimanfaatkan untuk lahan konstruksi seluas 70,83 ha, untuk quarry/akses dan lainnya seluas 199,80 ha, fasilitas umum 2,23 ha, kebutuhan lahan untuk genangan 1.220,60 ha, dan kebutuhan lahan untuk greenbelt seluas 209,35 ha.

Baca Juga :  Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

“Pembebasan lahan segera dilakukan, pasca verifikasi yang akan dilanjutkan dengan pengukuran ulang,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan mengaku sosialisasi telah dilakukan pihaknya bersama masyarakat terkait rencana pembangunan bendungan Jenelata ini.

Pemkab Gowa pun siap memfasilitasi untuk bisa mempercepat pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek pembangunan bendungan Je’nelata.

Dengan begitu Bupati Adnan  meminta masyarakat tidak menjual lahan atau tanahnya kepada pihak lain selain pemerintah terkait proses pembebasan lahan untuk Bendungan Jenelata. Apalagi pemerintah telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp460 miliar dengan harapan dapat segera diserap.

“Yakinlah pemerintah akan membeli lahan atau tanah bapak ibu yang akan jadi wilayah pembangunan bendungan dengan harga yang wajar. Apalagi, saat ini sedang dilakukan taksasi oleh pihak appresial untuk menentukan harga tanah,” tegasnya.

“Untuk anggaran pembangunan bendungan dibutuhkan sekitar Rp3 Triliun melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019. Anggaran ini sudah termasuk anggaran pengerjaan bendungan dan pembebasan lahan,” imbuhnya.

Adapun kedelapan desa tersebut untuk kecamatan Bungaya diantaranya Desa Bissoloro, Desa Bontomanai, Desa Pangngempang dan Desa Ranaloe. Sedang untuk Kecamatan Manuju meliputi Desa Tanah karaeng, Desa Moncongloe, Desa Pattallikang, dan Desa Bilalang.

.ACP

Loading

Comments

Baca Lainnya

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah