Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Sekda Gowa ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya

badge-check

					Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis. (BERITA.NEWS/Putri). Perbesar

Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Muchlis. (BERITA.NEWS/Putri).

BERITA.NEWS, Gowa – Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Gowa Muchlis mengajak seluruh elemen masyarakat agar terus menjaga warisan budaya yang dimilikinya. Salah satunya huruf lontara yang menjadi kebanggaan masyarakat Gowa dan Bugis-Makassar.

Hal tersebut disampaikan Sekda Gowa saat menjadi salah satu narasumber pada Dialog Budaya dengan tema “Menangkap Pesan Leluhur Gowa” yang berlangsung di Gedung D’Bollo, Jalan Tumanurung, Senin (7/9/2019).

Lebih lanjut, kata Muchlis, dalam huruf lontara tersebut mengandung makna mendalam. Secara filosofi huruf lontara memiliki keunikan bentuk, sementara untuk teknis penulisan aksara lontara mengandung makna mendalam.

Menurutnya, huruf lontara tidak mengenal garis melengkung atau garis bengkok. Hanya ada garis lurus ke atas dan garis lurus ke bawah. Kemudian pada pertemuan kedua garis lurus tersebut terdapat patahan.

“Makna yang tergambar pada huruf lontara ini merupakan perwujudan dari karakter orang Gowa ataupun Bugis-Makassar yakni mencintai kejujuran, serta menjunjung tinggi kebenaran sesuai semboyan garis lurus tersebut yang berarti lebih baik patah dari pada bengkok,” katanya.

Dirinya pun mengaku bangga dialog seperti ini dapat digelar, karena dalam pertemuan seluruh pihak dapat melahirkan pemikiran-pemikiran strategis yang akan dijadikan acuan dalam rangka penyusunan kebijakan, strategi dan program-program strategis pembangunan kebudayan di masa yang akan datang.

Pada dialog ini turut hadir sejumlah budayawan, seniman, tokoh agama, tokoh kesenian, praktis kebudayaan, akademisi, pemerhati budaya, hingga kalangan pemerintahan.

Di akhir dialog seluruh pihak menyepakati beberapa point penting dalam rangka mempertahankan warisan budaya yang dimiliki Kabupaten Gowa. Di antaranya, penggunaan nama tokoh “Daeng Pamatte” pada salah satu ruas jalan di wilayah Kabupaten Gowa, membuat perda penggunaan huruf lontara yang sifatnya wajib bagi sekolah mulai dari pendidikan usia dini dan penggunaan batik lontara sebagai baju seragam wajib siswa/siswi.

Kegiatan yang diselenggarakan Yayasan Budaya Bugis Makassar (YBBM) yang merupakan lembaga pengkajian di bidang sosial budaya (social cultural) ini juga menghadirkan beberapa narasumber yang handal dibidangnya. Masing-masing budayawan Drs Mallingkai Maknun, Direktur Pengkajian Materi BPIP Dr Moch Sabri AR, dan pemerhati budaya Ahmad Pidriz Zain.

  • Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Kreativitas Tanpa Batas, Warga Binaan Rutan Barru Hasilkan Mebel dan Jasa Cuci Kendaraan

22 April 2026 - 12:27 WITA

Intip Sosok Iptu Haryanto, Jabat Kasat Reskrim Takalar

21 April 2026 - 22:27 WITA

Serah terima jabatan Iptu Haryanto sebagai kasat Reskrim Polres Takalar. Foto: Ist.

Mahasiswa Gowa: Inisial BK Disebut “Biang Kerok” Persoalan Daerah

21 April 2026 - 16:13 WITA

Fahim Jenlap Poros Pemuda Berlawan (Pemula) yang melakukan unjuk rasa didepan kantor Bupati Gowa. Foto: Ist

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Trending di Daerah