BERITA.NEWS,Makassar- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mendorong para pelaku usaha naik kelas lewat program UMKM REWAKO.
KPwBI Sulsel pada 27 April 2026 kembali memulai program UMKM dan Pesantren REWAKO atau Resilient, World Class, Agile, dan Knowledgable.

Program kalu ini upaya pengembangan secara end-to-end yang mencakup UMKM REWAKO (umum), UMKM REWAKO Petani, UMKM REWAKO Ekspor, dan Pesantren REWAKO.
“Implementasi program tidak hanya difokuskan pada pelatihan, tetapi juga mencakup proses seleksi, kurasi, pendampingan dan mentoring intensif, hingga monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan,” ucap Kepala KPwBI Sulsel Rizki Ernadi Wimanda.
Pada tahun ini, masing-masing program UMKM REWAKO (umum, petani, dan ekspor) diikuti oleh 75 peserta yang berasal dari 24 kab/kota sehingga secara kumulatif jumlah UMKM binaan dan mitra KPwBI Sulsel sejak 2022 telah mencapai 517 UMKM.
Sementara itu, program Pesantren REWAKO akan diikuti oleh 30 pesantren.
“Ke depan, KPwBI Provinsi Sulawesi Selatan akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga/ pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam mendorong penguatan sektor UMKM dan pesantren.
Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM dan pesantren menjadi lebih produktif, mandiri, tangguh dan berdaya saing, sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
![]()





























