Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pendidikan

UNHAS Kini Miliki Dapur MBG Sekaligus Laboratorium Gizi Terpadu 

badge-check

					Peresmian SPPG TAMALANREA 14 Milik Universitas Hasanuddin (dok.) Perbesar

Peresmian SPPG TAMALANREA 14 Milik Universitas Hasanuddin (dok.)

BERITA.NEWS,Makassar- Menteri/Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tamalanrea 14, yang dikelola oleh Yayasan Metavisi Akademik Nusantara milik Universitas Hasanuddin.

Fasilitas yang diresmikan pada Selasa, 14 April 2026 ini, dirancang tidak hanya untuk dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG), tetapi juga dirancang sebagai laboratorium hidup untuk riset nutrisi, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat.

Kehadiran SPPG ini menjadi bagian dari dukungan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi optimal, sekaligus mendukung Program MBG yang menjadi salah satu agenda prioritas nasional dalam kerangka Asta Cita Presiden.

Peresmian tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan (Andi Sudirman Sulaiman), Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Prof. Brian Yuliarto, ST, M.Eng, Ph.D), Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (Tamzil Linrung), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (Prof. Dr. H.A.M. Nurdin Halid), serta para Rektor PTN-BH dari seluruh Indonesia.

Rektor Unhas Prof. JJ menjelaskan bahwa SPPG di lingkungan kampus tidak dibangun sebagai dapur produksi biasa. Fasilitas ini merupakan sistem terintegrasi yang menghubungkan pelayanan masyarakat dengan pendidikan, penelitian, dan inovasi.

“Ini adalah laboratorium gizi, pusat studi, dan ruang riset untuk mengembangkan berbagai model intervensi pemenuhan gizi bagi anak-anak, ibu hamil, hingga kelompok masyarakat rentan lainnya,” ujarnya.

Model seperti ini penting karena persoalan gizi tidak hanya terkait ketersediaan makanan, tetapi juga kualitas nutrisi, pola konsumsi, distribusi pangan, serta edukasi masyarakat. Dengan pendekatan berbasis kampus, setiap proses dapat diukur, dievaluasi, dan dikembangkan melalui data ilmiah.

Unhas juga mendorong keterlibatan sektor internal kampus, terutama bidang pertanian dan peternakan, sebagai pemasok bahan baku program. Skema ini membuka peluang terbentuknya rantai pasok pangan sehat yang lebih pendek, efisien, dan terkontrol kualitasnya.

Baca Juga :  Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

Selain itu, keterlibatan akademisi dan mahasiswa dinilai dapat memicu lahirnya startup berbasis agritech, teknologi pangan, hingga kewirausahaan sosial yang mendukung program gizi masyarakat.

“Ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha baru yang menopang kebutuhan program secara berkelanjutan,” tambah Rektor.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyebut bahwa intervensi gizi memiliki dampak langsung terhadap tumbuh kembang anak. Berdasarkan pengamatannya di berbagai daerah, program makan bergizi menunjukkan perubahan perilaku dan kondisi fisik anak.

“Anak-anak menjadi lebih bersemangat, nafsu makan meningkat, dan mulai terbiasa makan secara teratur,” katanya.

Dalam perspektif kesehatan masyarakat, akses makanan bergizi pada usia sekolah berhubungan erat dengan konsentrasi belajar, daya tahan tubuh, serta perkembangan kognitif jangka panjang. Program seperti MBG karena itu dipandang bukan sekadar bantuan sosial, tetapi investasi biologis dan pendidikan.

Gubernur juga menyampaikan bahwa Sulawesi Selatan mencatat penurunan angka kemiskinan sebesar 0,24 persen. Salah satu faktor pendorongnya adalah bergeraknya ekonomi lokal melalui kebutuhan pasokan bahan pangan untuk program MBG.

Ketika bahan baku diserap dari petani, peternak, nelayan, dan pelaku UMKM, maka program gizi menghasilkan efek berganda: memperbaiki kesehatan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menilai Unhas memiliki keunggulan karena mampu menyiapkan rantai pasok secara mandiri. Menurutnya, model perguruan tinggi seperti ini dapat menjadi contoh nasional.

Ia menekankan bahwa kesehatan tubuh berkorelasi kuat dengan produktivitas ekonomi. Individu dengan status gizi baik cenderung memiliki kemampuan belajar, bekerja, dan beraktivitas lebih optimal.

Melalui SPPG Tamalanrea 14, Universitas Hasanuddin menunjukkan bahwa kampus dapat memainkan peran baru dalam pembangunan: bukan hanya pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga tempat lahirnya solusi berbasis sains untuk persoalan gizi, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Prof Jamaluddin Jompa Resmi Jabat Rektor UNHAS 2 Periode

27 April 2026 - 10:10 WITA

Jadwal Kelulusan Belum Jelas, Perpisahan Sekolah di Parepare Masih Dikaji

25 April 2026 - 17:42 WITA

perpisahan

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

UTBK 2026, Rektor Unhas Ancam Pidana hingga Pemecatan Jika Terbukti Main Curang

21 April 2026 - 15:50 WITA

HUMANISTIK UMSi Gelar HDC Season 2, Mahasiswa se-Indonesia Adu Gagasan di Sinjai

13 April 2026 - 13:53 WITA

debat mahasiswa
Trending di Pendidikan