BERITA.NEWS, Jakarta — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengungkap bahwa dirinya sempat menyembunyikan kondisi kesehatannya dari publik selama sekitar dua bulan di tengah situasi konflik yang sedang berlangsung.
Melalui pernyataan di akun X resminya yang dikutip pada Sabtu (25/4/2026), Netanyahu menjelaskan bahwa ia mengalami gangguan ringan pada prostat. Namun, kondisi tersebut kini telah berhasil ditangani dan tidak lagi menjadi masalah.

Ia menyebut keputusannya untuk tidak mengungkapkan hal tersebut lebih awal dilakukan dengan pertimbangan strategis.
Menurut Netanyahu, publikasi laporan kesehatannya sengaja ditunda agar tidak muncul di saat situasi perang sedang memuncak.
Ia mengaku khawatir kondisi tersebut bisa dimanfaatkan oleh pihak lawan, termasuk Iran, sebagai bahan propaganda.
Netanyahu juga mengungkap bahwa dirinya pernah menjalani tindakan medis terkait pembesaran prostat jinak sekitar satu setengah tahun lalu.
Sejak saat itu, ia rutin berada dalam pemantauan tim medis. Ketika kembali muncul indikasi masalah, dokter memberinya dua pilihan, yakni menjalani pengobatan atau membiarkannya karena dinilai tidak berbahaya. Ia memilih untuk segera menjalani perawatan.
Ia menegaskan bahwa langkah cepat tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian, baik dalam kapasitasnya sebagai pemimpin negara maupun secara pribadi. Setelah menjalani penanganan medis, Netanyahu menyatakan kondisinya kini telah pulih sepenuhnya.
Sebelumnya, Netanyahu juga tercatat beberapa kali menjalani prosedur medis. Pada Maret 2024, ia sempat menjalani operasi hernia. Sementara pada Juli 2023, ia dipasangi alat pacu jantung sebagai bagian dari penanganan kesehatannya.
![]()





























