Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

AS Perluas Operasi, Kapal Tanker Iran Disergap di Samudera Hindia

badge-check

					Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026). - (Dok US Navy) Perbesar

Kapal perusak berpeluru kendali kelas Arleigh Burke USS Frank E Peterson yang dihalau Iran di Selat Hormuz pada Sabtu (11/4/2026). - (Dok US Navy)

BERITA.NEWS, Teheran – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Washington memperluas operasi pengawasan dan penindakan terhadap kapal-kapal tanker yang diduga terkait Teheran.

Kali ini, aksi tersebut terjadi jauh dari kawasan Selat Hormuz, menandai eskalasi baru dalam strategi maritim AS.

Berdasarkan data pelacakan laut dan citra satelit, kapal tanker M/T Tifani—yang mampu mengangkut hingga 2 juta barel minyak mentah dihentikan di perairan Samudera Hindia, tepatnya di jalur antara Sri Lanka dan Indonesia. Lokasi tersebut berjarak ribuan kilometer dari Teluk Persia dan masuk dalam cakupan operasi militer Indo-Pasifik Amerika Serikat.

Pergerakan kapal ini terpantau sejak awal April setelah berangkat dari terminal minyak di Pulau Kharg, Iran. Pada 10 April, kapal berada di Teluk Oman dan bergerak ke arah tenggara. Namun, pada 21 April, setelah melewati wilayah dekat Sri Lanka, jalur pelayaran Tifani berubah drastis. Kapal itu sempat berbelok tajam ke selatan sebelum kembali mengarah ke timur manuver yang memicu kecurigaan dan berujung pada intervensi pihak AS.

Baca Juga :  Israel Kehilangan Sekutu, PM Baru Hongaria Siap Tangkap Netanyahu

Tak lama setelah perubahan arah tersebut, otoritas Amerika Serikat mengumumkan telah mengambil alih kapal tersebut. Video yang dirilis pada Kamis (23/4/2026) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat memperlihatkan operasi militer di laut, termasuk pengerahan helikopter dari kapal perang Angkatan Laut AS dan proses pendaratan personel di atas tanker.

Analisis pergerakan kapal selama setahun terakhir menunjukkan bahwa M/T Tifani kerap berlayar bolak-balik antara Teluk Persia dan wilayah perairan Malaysia, khususnya di sekitar Selat Malaka.

Kawasan tersebut dikenal sebagai jalur vital perdagangan global sekaligus titik rawan praktik transfer minyak antar kapal untuk menyamarkan asal muatan.

Amerika Serikat sebelumnya menuduh adanya praktik pemindahan minyak dari kapal yang masuk daftar sanksi ke kapal lain di perairan terbuka, termasuk di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura.

Aktivitas ini diduga bertujuan menghindari pengawasan internasional dan menyamarkan asal minyak.

Kasus penyergapan M/T Tifani menegaskan bahwa Washington kini memperluas jangkauan operasinya hingga ke jalur pelayaran strategis Asia. Langkah ini berpotensi meningkatkan ketegangan geopolitik, terutama di kawasan yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Arab Saudi Berlakukan Denda Rp459 Juta Bagi Pelanggar Aturan Haji

23 April 2026 - 09:57 WITA

Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Siap Jaga Koneksi Jamaah di Tanah Suci

22 April 2026 - 09:29 WITA

Demo Memanas di Gowa! Massa Kepung Kantor DPRD, Desak Pansus Usut Dugaan Pelanggaran

21 April 2026 - 13:49 WITA

Israel Kehilangan Sekutu, PM Baru Hongaria Siap Tangkap Netanyahu

21 April 2026 - 09:21 WITA

Pertamina Kaji Ulang Harga BBM Termasuk Pertamax

19 April 2026 - 19:15 WITA

Trending di News