BERITA.NEWS, Bulukumba — Siang itu, suasana di Jalan Samratulangi, Kabupaten Bulukumba, tampak seperti biasa. Lalu lintas berjalan normal, dan tiga personel Sat Lantas Polres Bulukumba berjaga di pos mereka.
Namun, ketenangan itu mendadak berubah ketika tiga siswi datang dengan wajah panik, salah satunya hampir menangis.

Sebuah handphone penting milik salah satu siswi MAN 2 Bulukumba dilaporkan hilang.
Bukan sekadar alat komunikasi biasa, perangkat itu menyimpan harapan digunakan untuk simulasi ujian yang sangat menentukan masa depannya.
Tanpa membuang waktu, Bripka Sulkibli, Briptu Taufiqqurahman, dan Bripda Andi Muhammad Yusril langsung bergerak.
Mereka tak lagi sekadar petugas lalu lintas, melainkan berubah menjadi “detektif” yang memburu jejak sinyal.
“Awalnya kami menerima laporan dari tiga siswi yang datang dalam kondisi panik. Dari keterangan mereka, handphone diduga terjatuh saat perjalanan menggunakan ojek,” ungkap Briptu Taufiqqurahman.
Berbekal fitur pelacakan lokasi, titik sinyal handphone itu bergerak menjauh, menuju arah Kecamatan Gantarang. Waktu terasa berjalan cepat, sementara kecemasan semakin memuncak.
Tanpa ragu, ketiga personel bersama para siswi menyusuri jejak digital tersebut.
Setiap meter perjalanan dipenuhi harapan dan kekhawatiran, apakah handphone itu masih ada? Atau sudah hilang tanpa jejak?
Pencarian itu akhirnya membawa mereka ke sebuah SPBU di Kelurahan Jalanjang. Di tengah antrean kendaraan yang mengular, harapan kembali menyala.
Petugas lalu lintas pun segera berkoordinasi dengan pihak SPBU dan mengumumkan kepada para pengendara. Suasana seketika berubah hening, seolah semua ikut menanti jawaban.
Dan benar saja, tak lama kemudian, seorang pengendara maju. Ia mengaku menemukan handphone tersebut tercecer di jalan.
Momen itu menjadi titik balik. Setelah dilakukan pengecekan, dipastikan bahwa handphone tersebut benar milik siswi yang kehilangan. Tangis panik pun berubah menjadi senyum lega.
Keyla Salsabila, siswi kelas XII MAN 2 Bulukumba, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Baginya, handphone itu bukan sekadar barang, melainkan penunjang masa depan.
“Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Kapolres Bulukumba dan jajarannya. Handphone ini sangat penting untuk simulasi ujian saya,” ucapnya penuh syukur.
Sementara itu, pengendara yang menemukan handphone tersebut mengaku berniat mengembalikannya sejak awal, namun sempat tertunda karena harus mengantre BBM.
Di balik kisah ini, tersimpan pesan tentang kepedulian dan kepekaan. Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto, mengaku bangga atas tindakan cepat anggotanya.
“Kami bangga dengan kepedulian anggota di lapangan. Ini bukti bahwa Polri hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat dalam situasi apa pun,” ujarnya.
Kisah ini pun menjadi pengingat bahwa di tengah hiruk-pikuk aktivitas sehari-hari, masih ada kepedulian yang bekerja dalam diam, dan harapan yang selalu bisa ditemukan bahkan dari sesuatu yang sempat hilang.
Penulis: Syarif
![]()





























