BERITA.NEWS,Makassar- Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan hingga Desember 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran kredit tumbuh positif, mencerminkan penguatan fungsi intermediasi dan membaiknya aktivitas ekonomi daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, menyampaikan bahwa total aset perbankan di Sulsel tumbuh 5,33 persen (year on year/yoy) menjadi Rp214,32 triliun.

“Pertumbuhan ini menunjukkan kinerja sektor perbankan tetap terjaga dan mampu menopang kebutuhan pembiayaan masyarakat serta dunia usaha,” ujarnya.
Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,74 persen (yoy) menjadi Rp146,61 triliun. Komposisi DPK didominasi tabungan dengan pangsa 59,92 persen, disusul deposito sebesar 25,23 persen dan giro 14,85 persen. Kondisi ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap kuat.
Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 5,26 persen (yoy) menjadi Rp172,92 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 4,23 persen. Muchlasin menjelaskan, percepatan ini mencerminkan meningkatnya pembiayaan ke sektor riil seiring membaiknya aktivitas ekonomi.
Kredit produktif menjadi pendorong utama dengan pangsa 53,07 persen dan tumbuh 3,06 persen pada 2025, setelah sempat terkontraksi -0,08 persen pada 2024. Di sisi lain, kredit konsumtif juga tumbuh cukup tinggi sebesar 7,85 persen. Berdasarkan sektor ekonomi, kredit pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar, yakni 22,19 persen.
Dari sisi risiko, kinerja intermediasi tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 117,95 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 3,65 persen.
![]()





























