Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Kinerja Perbankan Sulsel Sepanjang 2025 Catatkan Aset Rp 214,32 Triliun

badge-check

					Kinerja Perbankan Sulsel Sepanjang 2025 Catatkan Aset Rp 214,32 Triliun Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar- Kinerja perbankan di Sulawesi Selatan hingga Desember 2025 menunjukkan tren pertumbuhan yang solid. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat total aset, dana pihak ketiga (DPK), hingga penyaluran kredit tumbuh positif, mencerminkan penguatan fungsi intermediasi dan membaiknya aktivitas ekonomi daerah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, Moch Muchlasin, menyampaikan bahwa total aset perbankan di Sulsel tumbuh 5,33 persen (year on year/yoy) menjadi Rp214,32 triliun.

“Pertumbuhan ini menunjukkan kinerja sektor perbankan tetap terjaga dan mampu menopang kebutuhan pembiayaan masyarakat serta dunia usaha,” ujarnya.

Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,74 persen (yoy) menjadi Rp146,61 triliun. Komposisi DPK didominasi tabungan dengan pangsa 59,92 persen, disusul deposito sebesar 25,23 persen dan giro 14,85 persen. Kondisi ini menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perbankan tetap kuat.

Baca Juga :  Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 5,26 persen (yoy) menjadi Rp172,92 triliun, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 2024 yang sebesar 4,23 persen. Muchlasin menjelaskan, percepatan ini mencerminkan meningkatnya pembiayaan ke sektor riil seiring membaiknya aktivitas ekonomi.

Kredit produktif menjadi pendorong utama dengan pangsa 53,07 persen dan tumbuh 3,06 persen pada 2025, setelah sempat terkontraksi -0,08 persen pada 2024. Di sisi lain, kredit konsumtif juga tumbuh cukup tinggi sebesar 7,85 persen. Berdasarkan sektor ekonomi, kredit pada sektor perdagangan besar dan eceran memiliki porsi terbesar, yakni 22,19 persen.

Dari sisi risiko, kinerja intermediasi tetap terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 117,95 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) di level 3,65 persen.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Gabungan BPR Disetujui, OJK Targetkan Industri Lebih Sehat dan Efisien

16 April 2026 - 09:51 WITA

SPBU di Sinjai Kena Sanksi, Solar Subsidi Dihentikan Sementara: Pertamina Perketat Pengawasan

26 Maret 2026 - 20:44 WITA

bbm subsidi

Ketua MA Resmi Lantik Anggota Dewan Komisioner OJK

26 Maret 2026 - 11:08 WITA

Trending di Ekobis