Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Bulukumba

Puluhan OYPMK ‘Curhat Pedih’ di Kantor Bupati Bulukumba, Fakta Mengejutkan Terungkap di Tengah Forum

badge-check

					Puluhan OYPMK ‘Curhat Pedih’ di Kantor Bupati Bulukumba, Fakta Mengejutkan Terungkap di Tengah Forum Perbesar

BERITA.NEWS, Bulukumba — Suasana Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba mendadak pecah haru dan penuh kejujuran. Kamis, 11 Desember 2025, puluhan Orang Yang Pernah Mengalami Kusta (OYPMK) akhirnya berani angkat suara dalam pertemuan multi stakeholders meeting yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Bulukumba bersama Yayasan NRL Indonesia.

Pertemuan yang menghadirkan Asisten Pemerintahan dan Kesra, Andi Baso Bintang, Kadinkes Bulukumba dr. H. Muhammad Amrullah, Ketua Komisi IV DPRD Bulukumba H. Syamsir Paro, serta para pimpinan OPD ini menjadi ajang penting bagi OYPMK untuk pertama kalinya menyampaikan langsung keluhan mereka.

Kadinkes Bulukumba, dr. Amrullah, mematahkan berbagai mitos yang selama ini menjerat stigma kusta.

“Kusta itu murni disebabkan kuman, bukan kutukan, bukan santet, bukan keturunan. Bisa sembuh, asalkan minum obat tidak putus,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa seluruh puskesmas di Bulukumba telah menyediakan obat dan tenaga pengelola khusus kusta.

Momen paling menyentuh datang ketika Syamsul Imam, inisiator organisasi OYPMK Bulukumba, memaparkan konsep “Sipakatau Inklusi”, gerakan memanusiakan manusia dan menghapus diskriminasi terhadap eks penderita kusta.

Baca Juga :  Dari Lalu Lintas ke Mimbar MTQ, Bripda Ahriadi Personel Polres Bulukumba Tunjukkan Prestasi

“Banyak kawan kami meninggal bukan karena penyakitnya, tapi karena stigma,” ungkapnya lirih.

Imam sendiri pernah mengalami kusta dan kini aktif menyuarakan hak OYPMK hingga ke forum internasional.

Setelah pemaparan, sesi dialog berlangsung panas dan emosional. Sejumlah OYPMK curhat langsung ke lintas OPD.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Fikri Hamzah, yang mengaku belum memiliki KTP maupun BPJS Kesehatan.

“Kalau bisa difasilitasi perekaman KTP. Saya ingin bekerja di bengkel,” pintanya.

Permintaan itu langsung disambut solusi cepat.
Perwakilan Disdukcapil Bulukumba, Suharti, memastikan prosesnya dipercepat.

“Kalau adik Fikri punya KK, setelah kegiatan kita ke MPP untuk perekaman. Besok KTP-nya insya Allah sudah ada,” ucapnya, disambut tepuk tangan meriah.

Tak hanya itu, OYPMK lainnya meminta pelatihan keterampilan agar mereka bisa diterima di dunia kerja atau membuka usaha mandiri tanpa lagi dibayang-bayangi stigma.

Pertemuan ini menjadi langkah penting menuju Bulukumba bebas stigma dan diskriminasi, membuka harapan baru bagi para OYPMK untuk kembali hidup layak sebagai warga negara yang setara.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dari Lalu Lintas ke Mimbar MTQ, Bripda Ahriadi Personel Polres Bulukumba Tunjukkan Prestasi

17 April 2026 - 21:19 WITA

mtq

BKAD Turun Tangan! Kendaraan Dinas OPD Pemkab Bulukumba Disisir, Ada yang Hilang?

13 April 2026 - 18:02 WITA

kendaraan-dinas

Sertijab Polres Bulukumba Digelar, 10 Perwira Polres Bulukumba Resmi Berganti

13 April 2026 - 17:47 WITA

sertijab

Eksekusi Dramatis di Ujung Loe Bulukumba, Rumah Dibongkar Pakai Ekskavator

8 April 2026 - 20:33 WITA

sengketa-lahan

Resmi Berlaku! Cara Baru Urus KTP di Bulukumba Bikin Warga Tak Perlu Antre Pagi-Pagi

7 April 2026 - 22:14 WITA

ktp
Trending di Bulukumba