Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Sinjai

Buntu Bertahun-Tahun, Tapal Batas Sinjai–Bulukumba Butuh Keputusan Tegas

badge-check

					Rahim, Mahasiswa UINAM Sulawesi Selatan. (Foto: Istimewa) Perbesar

Rahim, Mahasiswa UINAM Sulawesi Selatan. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Sinjai – Konflik tapal batas antara Kabupaten Sinjai dan Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, hingga kini belum menemukan titik terang meski telah bertahun-tahun dimediasi.

Berbagai upaya pertemuan yang dilakukan pemerintah daerah maupun provinsi selalu berakhir tanpa hasil konkret.

Ketidakjelasan tapal batas ini berdampak langsung pada masyarakat di wilayah perbatasan.

Mereka menghadapi persoalan administrasi kependudukan, kesulitan mendapatkan pelayanan publik, hingga potensi gesekan sosial akibat klaim wilayah yang tumpang tindih.

Aktivis lokal yang juga mahasiswa asal Sulawesi Selatan, Rahim, menilai pemerintah seakan hanya hadir sebatas wacana tanpa memberi kepastian hukum yang nyata.

Ia menyebut mediasi yang bersifat seremonial justru semakin melunturkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Baca Juga :  Statistik Turun, Kepedulian Naik: Potret Kontras Wajah Kemiskinan di Sinjai

“Pemerintah pusat tidak bisa lagi hanya jadi penonton. Kementerian Dalam Negeri harus mengambil alih kendali penuh dan membuat keputusan final yang mengikat semua pihak,” tegas Rahim, Minggu (17/08/2025).

Menurutnya, masalah Sinjai–Bulukumba hanya satu contoh dari banyak konflik batas wilayah di Indonesia.

Dari Sumatera hingga Papua, persoalan serupa kerap muncul dan menunjukkan lemahnya sistem penyelesaian tapal batas di tingkat nasional.

Rahim juga mengingatkan momentum peringatan HUT RI ke-80 tahun ini harus menjadi pengingat bahwa arti merdeka adalah kepastian hukum bagi setiap jengkal tanah Indonesia.

“Tanpa penyelesaian, kita sedang menyiapkan bom waktu sosial. Jangan tunggu konflik horizontal baru kemudian bertindak,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa kepastian batas wilayah bukan sekadar urusan administrasi, tetapi juga menyangkut rasa keadilan dan persatuan bangsa.

Penyelesaian tapal batas, kata dia, adalah pondasi penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang lancar dan kehidupan masyarakat yang harmonis.

“Pemerintah pusat harus hadir sekarang, bukan besok, bukan lusa. Rakyat Sinjai dan Bulukumba berhak keluar dari ketidakpastian ini,” pungkasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

BRI Sinjai Buka Suara! Dugaan Pembobolan Brankas Rp3 Miliar Terungkap dari Sistem Internal

24 April 2026 - 10:22 WITA

bri

HEBOH! Oknum Kepala Unit BRI di Sinjai Diduga Gasak Uang Brankas Rp3 Miliar

24 April 2026 - 09:56 WITA

brankas

Statistik Turun, Kepedulian Naik: Potret Kontras Wajah Kemiskinan di Sinjai

22 April 2026 - 18:34 WITA

kemiskinan

Kuota Berubah Jadi 44 Jemaah, Pemkab Sinjai Pastikan Pelayanan CJH Maksimal

21 April 2026 - 21:49 WITA

calon jamaah haji

Komitmen Bersih! Seluruh Pegawai Rutan Sinjai Teken Ikrar Zero Narkoba dan Handphone

20 April 2026 - 11:21 WITA

rutan-sinjai
Trending di Sinjai