Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Metro

Hari Aksara Internasional, NA kenalkan Sifat Sipakatau Sipakainge Sipakalebbi

badge-check

					Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah peringatan hari aksara internasional. (BERITA.NEWS/KH). Perbesar

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah peringatan hari aksara internasional. (BERITA.NEWS/KH).

BERITA.NEWS, Makassar – Peringatan puncak Hari Aksara Internasional tingkat Nasional ke 54 tahun 2019 jadikan Makassar tuan rumah dengan tema “Ragam Budaya Lokal dan Literasi Masyarakat” di lapangan karebosi Makassar. Sabtu (7/9/2019).

Tujuan peringatan ini upaya memperkuat komitmen pemerintah dalam berantasan buta aksara di Indonesia, sebagai gerakan literasi nasional, mengingatkan kembali konsensus negara-negara dunia melakukan aksi nyata dalam memerangi kebodohan, keterbelakangan dan kemiskinan.

“8 September adalah hari yang ditetapkan UNESCO sebagai Hari Aksara Internasional yang hari ini kita peringati di Makassar,” kata Nurdin Abdullah.

Menurutnya, Sulsel juga punya ragam budaya lokal dan telah menjadi literasi masyarakat Bugis-Makassar. Sebuah nilai yang diajarkan secara turun-temurun orang tua untuk membentuk karakter.

Baca Juga :  Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

“Satu nilai luhur yang lahir dari Sulawesi Selatan. Yaitu sipakatau, sipakainge dan sipakalebbi yang memiliki arti saling memanusiakan, saling mengingatkan dan saling menghargai,” ucapnya dihadapan Mendikbud Muhajir Efendi.

Nurdin mengatakan dengan menerapkan nilai-nilai ini dalam kehidupan sehari-hari, maka bisa menciptakan keharmonisan dan suasana yang kondusif di tengah-tengah masyarakat. Apalagi memasuki era teknologi saat ini.

“Inilah tantangan literasi pada abad 21 yang lebih dari kemampuan baca, tulis dan hitung. Literasi yang berdasar budaya luhur, saling menghargai menyebarkan kebaikan dan kritis menerima setiap informasi yang kita terima,” pungkasnya.

  • KH

Loading

Comments

Baca Lainnya

Rakor Reformasi Pertanahan, Munafri: Pentingnya Legalitas Aset Daerah

29 April 2026 - 18:15 WITA

Lepas JCH Makassar, Munafri Ingatkan Jaga Niat dan Kesehatan

29 April 2026 - 13:38 WITA

RW 01 Kompleks CV Dewi Dinilai Layak Wakili Makassar di Lomba Satkamling Tingkat Polda Sulsel

29 April 2026 - 07:05 WITA

May Day 2026, Pemkot Makassar Fasilitasi Perayaan Buruh yang Aman dan Inklusif

28 April 2026 - 19:35 WITA

Kepala BGN Sebut Gaji Pencuci Piring MBG Lebih Tinggi dari Guru Honorer: Rp 2,4 Juta Sampai Rp 3,5

28 April 2026 - 18:12 WITA

Trending di Makassar