Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Waspada Unduh File, Pindai Dulu Sebelum Buka  

badge-check

					Waspada Unduh File, Pindai Dulu Sebelum Buka    Perbesar

BERITA.NEWS, Pangkep – Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 5 Oktober 2021 di Pangkep, Sulawesi Selatan. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali ini adalah “Jangan Asal Mengunduh File di Internet”.

Program kali ini menghadirkan 683 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Women Empowerment Coach, narablog & kreator konten, Nia Nurdiansyah; Co-Founder Frodigi Digital Agencies, Andi Mauraga; pendiri The Emotional Human Reaction in Reflecting Incident, Indah Arifah Febriany; serta pengurus Yayasan Sulo Panrita & konsultan IT, Ahmad Mustamir Waris. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Sinta Pramucitra. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan 57.550 orang peserta.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. Acara dilanjutkan dengan sesi materi yang dibuka oleh Nia dengan materi kecakapan digital bertema “Keterampilan Digital dan Belajar Secara Daring”. Agar sukses belajar daring, kata dia, dibutuhkan keterampilan penggunaan perangkat keras, mengumpulkan informasi, memilah, dan mengolah data. Selain itu, diperlukan juga pengetahuan serta keterampilan penggunaan fitur dan aplikasi belajar daring.

Berikutnya, Andi Mauraga menyampaikan materi etika digital berjudul “Hati-Hati Jangan Asal Klik”. Ia mengatakan, beberapa resiko klik sembarangan di internet yang kerap terjadi, antara lain clickjacking dan clickbait. Clickjacking berpotensi mengekspos informasi rahasia atau mengambil alih perangkat pengguna, sedangkan clickbait merujuk pada konten laman untuk mendapat penghasilan iklan daring dengan mengorbankan kualitas dan akurasi lewat tajuk atau keluku (thumbnail) sensasional. Untuk menghindarinya, perhatikanlah judul konten, kredibilitas sumber dan laman, jangan sembarangan klik, lengkapi perangkat dengan antivirus berfitur safe browsing, serta rutin perbarui browser.

Sebagai pemateri ketiga, Indah membawakan tema budaya digital tentang “Kecanduan Internet: Mengelola Budaya Digital yang Produktif”. Menurut dia, menulis blog, belajar jualan daring, dan tutorial daring merupakan cara untuk tetap produktif berinternet. “Hindari penggunaan internet berlebihan yang menimbulkan adiksi dengan cara mengurangi durasi berinternet serta menekuni hobi dan aktivitas fisik,” pesannya.

Adapun Ahmad, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema keamanan digital mengenai “Digital Safety”. Ia mengatakan, agar lebih aman, unduhlah aplikasi dari sumber terpercaya dan memiliki reputasi, periksa kesesuaian izin akses yang diperlukan aplikasi dengan fungsinya, lalu pindai dahulu dengan antivirus sebelum membukanya. “Segera hapus unduhan fail yang ekstensinya berubah menjadi .exe karena kemungkinan besar berisi virus,” imbaunya.

Selanjutnya, Sinta Pramucitra selaku moderator memandu sesi tanya jawab yang disambut hangat oleh peserta. Dalam kesempatan tersebut, peserta dipersilahkan mengajukan pertanyaan kepada para narasumber. Sepuluh penanya beruntung berhak mendapatkan hadiah berupa uang elektronik masing-masing senilai Rp100.000 dari panitia.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan edukatif. Salah satu pertanyaan menarik peserta di antaranya tentang bagaimana mendeteksi suatu tautan fail berbahaya atau tidak. Narasumber menjelaskan bahwa tautan fail bisa dideteksi di laptop atau komputer dengan antivirus. Saat tautan tersebut dicek, antivirus akan mengenali fail yang mengandung virus, lantas memblokirnya, sehingga tak menginfeksi sistem komputer.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, silakan kunjungi https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

 

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pertamina Kaji Ulang Harga BBM Termasuk Pertamax

19 April 2026 - 19:15 WITA

Lebanon Selatan Kembali Membara, 1 Tentara Israel Tewas 9 Terluka

19 April 2026 - 15:58 WITA

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Trending di News