Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Peristiwa

Usai Minta Uang Pulsa ke Ibunya, Beberapa Jam Kemudian Pria 39 Tahun di Sinjai Ditemukan Tewas Tergantung

badge-check

					Lokasi Korban Ditemukan Tergantung dan Meninggal Dunia. [Foto: Ist] Perbesar

Lokasi Korban Ditemukan Tergantung dan Meninggal Dunia. [Foto: Ist]

BERITA.NEWS, Sinjai — Warga Lingkungan Ulu Salo II, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia akibat gantung diri di dalam rumahnya, Kamis (5/3/2026) siang.

Korban diketahui bernama Ade Irawan bin Taswin (39), seorang wiraswasta yang tinggal di Jalan Kelapa, Lingkungan Ulu Salo II, Kelurahan Balangnipa, Kecamatan Sinjai Utara.

Kapolsek Sinjai Utara AKP Sasmito membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tergantung di lantai dua rumahnya menggunakan sarung.

“Benar, sekitar pukul 14.00 Wita kami menerima informasi dari warga terkait adanya seorang pria yang ditemukan dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya di wilayah Balangnipa,” kata AKP Sasmito saat dikonfirmasi.

Menurutnya, korban pertama kali ditemukan oleh keluarga setelah sempat dicari karena tidak terlihat di dalam rumah.

“Korban ditemukan oleh saudaranya yang naik ke lantai dua rumah. Saat itu korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan sarung,” jelasnya.

Awalnya Minta Uang Pulsa ke Ibunya

Berdasarkan keterangan saksi, peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.00 Wita ketika korban meminta uang kepada ibunya, Rosmawati (66), untuk membeli pulsa data.

Kapolsek menjelaskan bahwa ibu korban kemudian keluar rumah untuk membelikan pulsa sesuai permintaan anaknya tersebut.

“Dari keterangan saksi, sekitar pukul 13.00 Wita korban sempat meminta uang kepada ibunya untuk membeli pulsa data. Ibunya kemudian keluar rumah untuk membelikan pulsa tersebut,” ungkap AKP Sasmito.

Namun setelah kembali ke rumah, ibu korban tidak lagi melihat anaknya.

“Setelah kembali dari membeli pulsa, saksi pertama tidak menemukan korban di dalam rumah sehingga mencoba mencari dan menanyakan kepada orang di sekitar rumah,” lanjutnya.

Karena tidak menemukan korban, saksi kemudian menghubungi anaknya yang lain, Ahmad Yani (42), untuk datang ke rumah.

Ditemukan Tergantung di Lantai Dua

Sekitar pukul 14.00 Wita, Ahmad Yani tiba di rumah dan langsung menuju lantai dua untuk mencari korban.

“Saudara korban yang datang ke rumah kemudian naik ke lantai dua. Di situlah ia melihat korban sudah dalam posisi tergantung menggunakan sarung,” kata Kapolsek.

Setelah melihat kondisi tersebut, saksi langsung memberi tahu ibu korban.

“Saudara korban kemudian memberitahukan kepada ibunya bahwa korban ditemukan tergantung dan sudah tidak bernyawa,” ujarnya.

Peristiwa tersebut sontak membuat keluarga dan warga sekitar terkejut.

Keluarga Tolak Visum

AKP Sasmito mengatakan pihak kepolisian telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan awal.

“Anggota kami langsung menuju lokasi setelah menerima informasi dari warga untuk memastikan kondisi korban serta melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara,” jelasnya.

Namun pihak keluarga menolak dilakukan visum terhadap korban.

“Keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan visum dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah,” kata AKP Sasmito.

Ia menambahkan bahwa setelah dievakuasi, jenazah korban dipindahkan ke rumah keluarga yang berada di dekat lokasi kejadian.

“Jenazah korban kemudian dievakuasi oleh keluarga ke rumah neneknya yang berada di sebelah rumah korban,” ujarnya.

Dimakamkan Malam Hari

Menurut rencana keluarga, korban akan dimakamkan pada malam hari di pemakaman setempat.

“Informasi yang kami terima dari pihak keluarga, jenazah korban rencananya akan dimakamkan sekitar pukul 20.00 Wita di pemakaman Lempangeng, Kelurahan Bongki, Kecamatan Sinjai Utara,” tutur Kapolsek.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan pendataan terhadap saksi-saksi dan mencatat kronologi kejadian.

“Kami tetap melakukan pencatatan terhadap saksi-saksi serta mendokumentasikan kejadian tersebut untuk kepentingan administrasi kepolisian,” jelas AKP Sasmito.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi terkait kejadian tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi atau menyebarkan informasi yang belum tentu benar terkait peristiwa ini, serta menghormati keluarga korban yang sedang berduka,” pungkasnya.

 

Catatan Redaksi: Berita ini memuat informasi terkait tindakan bunuh diri. Kami mengimbau pembaca untuk tidak meniru tindakan ini. Jika Anda merasakan keputusasaan atau memiliki kecenderungan bunuh diri, segera hubungi profesional kesehatan mental, psikolog, atau psikiater. Bunuh diri adalah hal yang bisa dicegah.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Api Melalap 4 Rumah di Sinjai Saat Dini Hari, Kerugian Capai Rp500 Juta

13 April 2026 - 05:33 WITA

damkar-sinjai

Diteror Usai Ungkap Dugaan Mafia BBM Subsidi, Jurnalis di Sinjai Dihadang OTK

12 April 2026 - 22:20 WITA

bbm-subsidi

Drama Kamar Kos di Selayar: Dari Rencana Perbaikan Pipa Hingga Hilangnya Emas 13 Gram

11 April 2026 - 17:16 WITA

kamar kos

Tangis Pecah Jelang Magrib, Begini Kronologi Petani di Sinjai Meninggal Usai Disambar Petir

9 April 2026 - 20:03 WITA

tersambar petir

Tragedi di Tengah Sawah, Kahar Warga Sinjai Selatan Tewas Saat Cuaca Ekstrem, Diduga Tersambar Petir

9 April 2026 - 19:44 WITA

tersambar petir
Trending di Peristiwa