Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Tidak ada Prestasi, Pengamat Sarankan Nurdin Abdullah Bubarkan TGUPP/Staf Khusus

badge-check

					Pengamat Keuangan Negara Universitas Patriarta Makassar, Bastian Lubis.(Berita.news/KH). Perbesar

Pengamat Keuangan Negara Universitas Patriarta Makassar, Bastian Lubis.(Berita.news/KH).

BERITA.NEWS, Makassar – Pengamat Keuangan Negara Universitas Patriarta Bastian Lubis menyebut tim Percepatan Gubernur Untuk Percepatan Permbangunan (TGUPP) dan Staf Khusus Gubernur/Wakil Gubernur (Wagub) penyebab rendahnya serapan, Kamis (11/7/2019).

Bastian mengatakan harusnya TGUPP hadir untuk lakukan percepatan namun pada kenyataannya malah memperlambat kinerja, termasuk serapan anggaran yang belum capai 50 persen, dalam 8 bulan masa jabatan Nurdin Abdullah- Andi Sudirman Sulaiman.

“TGUPP, harusnya penyerapan APBD bisa sampai 50 persen. Ini kegiatan yang dilaksanakan Pemprov saya prediksi jalan di tempat. Target jangan harap. Katanya masih ada mutasi lagi. TGUPP ini cuma memperlambat,” ucapnya.

Menurut Bastian, hal tersebut sudah di prediksi akan terjadi perlambatan serapan anggaran akibat adanya tim Gubernur tersebut, yang dianggap menghalangi kinerja OPD Pemprov.

Baca Juga :  Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

“Kita pertama kali sudah antisipasi akan terjadi perlambatan, dari TP2D jadi TGUPP katanya setiap OPD harus lewat sini. Itu tidak dikenal di pemerintahan. Ini yang menghambat jadi saya usulkan di bubarkan ini penyebab lemahnya serapan anggaran,” kata peneliti Seniorn Pusat Anti Korupsi Universitas Patriarta.

Diketahui, pada triwulan pertama APBD tahun 2019, serapan anggaran yang dicapai hanya mencapai 5 persen. Ditengarai penyesuaian sistem lelang baru yang diterapkan Nurdin Abdullah. 

”Jadi Keberhasilan nya ini TGUPP dan Staf Khusus, penyerapan anggaran sangat kecil. Itu prestasinya. Bukan kepala OPD nya yang perlambat. Selama lima tahun bagus serapan APBD, sekarang ini anjlok,” pungkasnya.

  • KH

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Trending di News