Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

Survei The Iconomics: Hanya 19 Persen Responden Gunakan QR

badge-check

					Dokumentasi. Pelanggan membayar pesanannya melalui kode Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di salah satu kedai kopi, Rangkasbitung, Lebak, Banten, Sabtu (14/8/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS) Perbesar

Dokumentasi. Pelanggan membayar pesanannya melalui kode Quick Response Indonesia Standard (QRIS) di salah satu kedai kopi, Rangkasbitung, Lebak, Banten, Sabtu (14/8/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/rwa. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD BAGUS KHOIRUNAS)

BERITA.NEWS, Jakarta – Hasil survei The Iconomics kepada 300 responden publik menyatakan hanya 19 persen yang pernah menggunakan quick response code (QR).

“Sebanyak 93 persen tahun tentang QR dan 81 persen bersedia menggunakannya, namun hanya 19 persen yang pernah menggunakan QR,” kata Director of Brand, Research & Strategy The Iconomics Alex Mulya dalam Webinar Implementasi Transaksi Pembayaran Digital melalui QRIS bagi UMKM, Jumat (24/9/2021).

Alex mengatakan berdasarkan hasil survei sebanyak 85 persen responden merasa penggunaan QR tidak mudah dan 70 persennya merasa QR is not for people like them (bukan untuk pengguna seperti mereka).

“Mungkin merasa QR itu untuk orang yang canggih ya. Nah ini yang mungkin perlu dicermati oleh para pelaku usaha untuk semakin bisa mendorong QR dan masuk ke early majority,” ujar Alex.

Baca Juga :  PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

Ia mengungkapkan bahwa responden merasa penggunaan QR tidak praktis karena jika menggunakan mobile banking harus memasukkan 2 buah password, yakni password mobile banking dan password transaksi.

“Ini komentar dari banyak responden ya, belum lagi masalah jaringan internet,” tutur Alex.

Sedangkan untuk faktor keamanan, sebanyak 77 persen responden The Iconomics merasa QR aman. Terlebih dengan kehadiran QR Indonesia Standar (QRIS) yang menjadi standarisasi dari metode pembayaran via QR.

Untuk mendorong penggunaan QR menjadi early majority atau mayoritas awal, seperti pengguna internet atau online banking dengan lebih dari 50 persen populasi telah menjadi pengguna, Alex menyarankan perbankan nasional turut aktif mensosialisasikan penggunaan QR.

“Peran bank-bank populer yang use by everybody (setiap orang) tentunya akan semakin membantu bahwa QR itu digunakan oleh orang biasa,” kata dia.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

24 April 2026 - 07:34 WITA

PLN Icon Plus Perkuat Profesionalitas Karyawati melalui Program Awareness di Hari Kartini

23 April 2026 - 20:04 WITA

Investor Global Abu Dhabi Ports Group Lirik Potensi Investasi Makassar New Port

23 April 2026 - 11:36 WITA

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Trending di Ekobis