Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Sulsel Dilanda Cuaca Ekstrim, Kadis Ketapang Pastikan Stok Pangan Sulsel Masih Aman

badge-check

					Sulsel Dilanda Cuaca Ekstrim, Kadis Ketapang Pastikan Stok Pangan Sulsel Masih Aman Perbesar

BERITA.NEWS,Makassar – Cuaca ekstrim yang terjadi di Indonesia belakangan ini, termasuk di Sulawesi Selatan dianggap cukup berpotensi menurunkan produktivitas pertanian. Namun, dari sisi ketersediaan pangan hingga saat ini diakui masih cukup tersedia.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Arsyad, mengatakan, ketersediaan pangan sampai saat ini terpantau masih cukup aman dan cukup tersedia.

“Saat ini terpantau cukup aman, cukup tersedia untuk komoditi beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabe besar, cabe rawit, daging sapi, daging ayam, telur ayam, gula pasir, dan minyak goreng,” ucapnya, di Makassar, Rabu, 25 September 2024.

Menurutnya, 11 komoditi pangan pokok strategis yang telah dianalisa sesuai dengan aplikasi yang ada, menunjukkan neraca pangan Sulawesi Selatan dari sisi ketersediaan, jika dibandingkan dengan kebutuhan yang ada masih menunjukkan adanya surplus untuk beberapa komoditi.

Terutama, lanjutnya, untuk komoditi jagung, komoditi beras, daging sapi, telur ayam, dan gula pasir. Hanya saja, untuk ketersediaan komoditi cabe rawit agak sedikit terbatas namun dari sisi neraca masih menunjukkan tingkat yang positif.

“Yang jelas, bahwa kondisi ketersediaan ini tentu juga sedikit memberi pengaruh kepada beberapa komoditi pangan, (dan) harga gitu. jadi kalau kita pada kondisi di minggu ketiga September, menunjukkan bahwa ada lima komoditi yang mengalami kenaikan tipis, seperti beras premium, minyak goreng, telur ayam ras, dan daging sapi murni, dan ada 16 komoditi lainnya yang mengalami penurunan,” ujarnya .

Baca Juga :  Penerbangan Masamba - Makassar, Pemprov Sulsel Siapkan Subsidi Tiket

Selain itu, Andi Arsjad juga mengatakan, dibandingkan dengan kondisi Agustus, kondisi pangan pada September ini ada 16 komoditi yang mengalami penurunan dan 5 yang mengalami kenaikan tipis.

Terkait dengan kondisi inflasi, Andi Arsjad juga mengungkapkan, untuk menjaga agar tetap stabil di bawah standar nasional dan sesuai target yang diharapkan Gubernur, pihaknya tetap mengagendakan gerapak pasar murah sampai dengan pada September ini.

“Sudah 30 kali kita melakukan gerakan pangan murah yang tersebar di 24 kabupaten kota. Kita berharap kondisi sekarang ini bisa tetap terjaga ya, ketersediaan dan stabilitas harga kita,” tegasnya.

Ia juga menambahkan saat ini sudah ada beberapa daerah di Sulawesi Selatan yang sudah panen beras, salah satunya di Kabupaten Sidrap. Dengan begitu, Andi Arsjad berharap harga beras akan menurun seiring dengan telah masuknya musim panen di sejumlah daerah di Sulsel. (*adv/)

Loading

Comments

Baca Lainnya

Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Operasional Nakes Puskesmas Rongkong Lutra 

28 April 2026 - 15:15 WITA

Penerbangan Masamba – Makassar, Pemprov Sulsel Siapkan Subsidi Tiket

28 April 2026 - 08:07 WITA

Gubernur Sulsel beri bantuan Korban Kebakaran 12 Rumah di Bulukumba

26 April 2026 - 10:11 WITA

Gubernur Sulsel Sabet Award Nasional, Program MYP Jadi Bukti Nyata Pembangunan Infrastruktur

25 April 2026 - 10:00 WITA

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

Trending di Pemprov Sulsel