Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Aceh

Sikap Rendah Hati Wagub Aceh Fadhlullah Tuai Pujian: Beginilah Pemimpin yang Dirindukan Rakyat

badge-check

					Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. (Foto: Istimewa)

BERITA.NEWS, Banda Aceh – Sebuah momen sederhana namun penuh makna yang dilakukan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, mendadak viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat masyarakat.

Dalam video yang beredar luas itu, Wagub Aceh tampak tampil apa adanya tanpa jarak, tanpa protokol kaku berinteraksi langsung dengan warga dengan penuh kehangatan dan kerendahan hati.

Gaya kepemimpinan yang humanis tersebut langsung menuai pujian dari berbagai kalangan.

Tokoh masyarakat Bireuen, Dedi Santri atau yang akrab disapa Bang Radja, menyebut sikap Fadhlullah sebagai potret nyata pemimpin berjiwa rakyat.

“Aceh terbuka untuk siapa saja, asalkan menghargai adat dan hukum yang berlaku. Sikap seperti ini penting untuk memperkuat citra Aceh sebagai wilayah yang ramah, namun tetap berprinsip,” ujar Bang Radja dengan penuh apresiasi.

Menurutnya, apa yang dilakukan Fadhlullah bukan sekadar gestur spontan, melainkan simbol keterbukaan dan kearifan lokal Aceh yang sesungguhnya.

Kepemimpinan yang merangkul, bukan menjaga jarak itulah nilai yang kini mulai dirindukan masyarakat di tengah maraknya gaya kepemimpinan yang kaku dan formal.

Bang Radja menegaskan bahwa “meuripee lam adat” (hidup dalam adat) adalah fondasi karakter masyarakat Aceh yang tetap bisa berjalan selaras dengan kemajuan zaman.

Fadhlullah dinilai mampu menampilkan keseimbangan itu: sederhana namun berwibawa, modern tapi tetap berpijak pada akar budaya.

Lebih dari sekadar video viral, momen ini menjadi pesan moral bagi para pejabat lain bahwa rakyat tidak butuh pemimpin yang hanya tampil di podium, tetapi sosok yang hadir, mendengar, dan berbaur di tengah mereka.

“Ketika pemimpin mau turun langsung, bersikap terbuka, dan berbaur tanpa sekat, di situlah rakyat merasa dihargai. Itulah akhlak sejati orang Aceh,” pungkas Bang Radja.

Sikap terbuka Wakil Gubernur Aceh ini kini menjadi contoh nyata bagaimana kerendahan hati bisa menjadi kekuatan politik dan sosial yang luar biasa.

Publik pun berharap, keteladanan seperti ini dapat menginspirasi seluruh pejabat di Aceh untuk menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kemanusiaan antara jabatan dan akhlak.

Loading

Comments

Baca Lainnya

PLN Tak Kunjung Umumkan Hasil Investigasi Pemadaman Aceh, KPA: Jangan Uji Kesabaran Rakyat

24 Oktober 2025 - 22:24 WITA

Pemadaman Listrik

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Dana Gampong Rundeng Diduga Mandek, Warga Desak Inspektorat Serahkan ke APH

24 Oktober 2025 - 12:03 WITA

Baleg DPR RI Desak Dana Otsus Tak Pernah Berakhir! Ini Alasannya yang Bikin Heboh di Aceh

23 Oktober 2025 - 11:21 WITA

Otsus

Prof. Marniati Gagas Partai Perjuangan Aceh: Gerakan Baru Politik Bermartabat dari Tanah Rencong

21 Oktober 2025 - 18:37 WITA

Deklarasi

Kepala Cabdin Bireuen Tekankan Peran Strategis Wakil Kepala Sekolah dalam Implementasi Kurikulum Merdeka

20 Oktober 2025 - 17:32 WITA

Trending di Aceh