Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Sidang Sengketa Pilpres: Saksi Terancam Dibunuh, Hingga BW Nyaris Diusir

badge-check

					Ketua Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto. (Screen shot/YouTube MK) Perbesar

Ketua Kuasa Hukum Prabowo-Sandi, Bambang Widjojanto. (Screen shot/YouTube MK)

BERITA.NEWS, Jakarta – Sidang ketiga Persilisihan Hasil Pemilu (PHPU) sengketa Pilpres 2019 telah digelar Mahkamah Konstitusi (MK) dengan agenda mendengar pernyataan saksi dari pihak pemohon dalam hal ini, pihak Prabowo-Sandi , di Jakarta, Rabu (19/6/2019).

Dari fakta persidangan MK, saksi yang dihadirkan pemohon dari BPN Prabowo-Sandi yakni Agus Muhammad Maksum mengaku mendapat ancaman pembunuhan dari pihak tertentu.

Hal tersebut diungkapkan Agus Muhammad saat ditanya oleh anggota Majelis Hakim MK, Aswanto. Hakim menayakan bahwa apakah saksi dalam memberikan keterangan tidak mendapatkan tekanan atau ancaman.

“Sebelumnya, kami ada ancaman itu,” ujar Agus Muhammad menjawab pertanyaan hakim MK. Namun saksi enggan merinci ancaman apa yang dimaksud sehingga hakim Aswanto meminta untuk diperjelas kembali.

“Ancaman ini pernah sampai kepada saya, keluarga saya dan juga sudah tersebar beritanya tentang ancaman pembunuhan,” beber saksi Agus Muhammad, seperti video live yang ditayangkan Metro TV.

Tapi Agus sebagai saksi yang dihadirkan kuasa hukum Prabowo-Sandi, tidak membeberkan siapa pihak yang melakukan ancaman pembunuhan terhadap dirinya dengan alasan tertentu.

View this post on Instagram

Saksi pertama dari pihak Pemohon atau pihak BPN Agus Muhammad Maksum mengaku mendapat ancaman pembunuhan. Agus mengatakan ancaman tersebut datang pada bulan April 2019, sebelum ia tahu akan menjadi saksi di Sidang MK, jadi ancaman pembunuhan tersebut tidak terkait dengan kesaksiannya di MK. Anda bisa menyaksikan jalannya sidang hari ini melalui website metrotvnews.com, YouTube Metrotvnews, Facebook Metro TV atau klik link di bio kami. #SidangSengketaPilpres #PHPU #Pilpres2019 #Pemilu2019 #SengketaPemilu #SengketaPilpres #MahkamahKonstitusi #GugatanPilpres

A post shared by Metrotv Indonesia (@metrotv) on Jun 19, 2019 at 12:11am PDT

Kejadian itu disebutnya sebelum Agus ingin menelusuri tentang DPT pada awal April 2019 dan tidak terkait dengan kehadirannya sebagai saksi di sidang MK.

Baca Juga :  China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

Selain pernyataan saksi yang diancam dibunuh, sejumlah fajta terjadi dalam persidangan ketiga PHPU sengketa Pilpres 2019 salah satunya adalah ketika ketua kuasa hukum BPN Prabowo-Sandi yakni Bambang Widjojanto (BW) nyaris diusir oleh hakim keluar dari ruang sidang.

Hal itu berawal ketika hakim MK, Arief Hidayat menegur BW lantaran terus berbicara dan memotong pembicaraan Arief dengan saksi. Arief bahkan berujar akan meminta Bambang keluar dari ruang sidang jika dia tidak diam.

“Sudah Pak Bambang sekarang diam, saya akan dialog dengan dia. Kalau tidak setop Pak Bambang saya suruh keluar,” kata Arief di ruang sidang MK, dikutip dari Tempo.

Selain mendengar keterangan saksi terkait dugaan kecurangan DPT, sidang ketiga sengketa Pilpres 2019 di MK juga menghadirkan saksi ahli yang diajukan pihak pemohon. Total ada 14 saksi yang dihadirkan kuasa hukum Prabow-Sandi.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Ngopi Bareng Warga, Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas di Tallo

14 April 2026 - 12:07 WITA

Trending di News