Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Proyek Jalan dan Pelebaran Jembatan Tello Menyisakan Masalah, BBPJN Harus Bertanggung Jawab

badge-check

					Proyek Jalan dan Pelebaran Jembatan Tello Menyisakan Masalah, BBPJN Harus Bertanggung Jawab Perbesar

Kondisi jembatan Tello sekarang mengalami kemiringan dan pergerakan as jembatan (Dok)

BERITA.NEWS, Makassar – Proyek jalan dan pelebaran jembatan Tello kembali menuai sorotan. Proyek yang terletak di Jl Perintis Kemerdekaan itu mulai mengalami kerusakan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XII Makassar diminta bertanggung jawab.

“Sudah mengalami kemiringan dan pergerakan as jembatan,” ujar Rizal Asmar dari Lembaga Pemerhati Pembangunan kepada BERITA.NEWS, belum lama ini.

Diketahui pekerjaan jalan dan pelebaran jembatan Tello masuk dalam Proyek Middle Road (MRR) yang dikerjakan oleh PT Sumber Sari Cipta Marga.

Baca Juga :  Hadiri Rakor Strategi KIE, Wali Kota Munafri Tegaskan Komitmen Atasi Sampah Makassar

“Jembatan tello dalam proyek MRR. Jembatan sudah tidak wajar, bahkan dampak dari getaran yang begitu kuat membuat sayap kiri dan kanan jembatan rubuh,” tandasnya.

Lebih lanjut Rizal Asmar menilai bahwa sistem kontruksi yang dibangun dalam jembatan Tello  tidak memperhatikan kontur tanah yang labil, bahkan pemasangannya yang tergesa gesa karena diburu waktu yang sudah mepet,” terangnya.

Terpisah Direktur Investigasi Soelawesi Corruption Watch (SCW), Asrul M meminta Kementerian PUPR melalui BPJJN XIII Makassar bertanggung jawab.

“Ditilik ke belakang proyek ini memang banyak masalah. Kontraktornya awalnya diputus kontrak. Sempat jadi proyek mandek kemudian dilanjutkan kontraktor lain di tengah jalan,” jelasnya.

Untuk itu, SCW meminta Kementerian PUPR segera mengevaluasi hasil kerja pejabatnya di lapangan.

“Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) III Balai BBPJN XIII Makassar dan Satker saat itu yang menangani proyek ini harus dievalusi. Proyek yang dinaunginya hanya menyisakan masalah,” lugasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sambut Hari Buruh, Munafri Siapkan May Day Fest di Lapangan Karebosi

24 April 2026 - 17:54 WITA

Munafri Isi WFH Bersama SKPD Pantau Jumat Bersih di Wajo dan Ujung Tanah

24 April 2026 - 14:09 WITA

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

Trending di Daerah