Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Palopo-Luwu

Produksi Gula Semut, Inovasi Baru Warga Desa Tumbubara

badge-check

					Produksi Gula Semut, Inovasi Baru Warga Desa Tumbubara Perbesar

BERITA.NEWS, Luwu – Gula semut salah satu inovasi baru masyarakat di Desa Tumbubara, Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, yang dikembangkan secara manual. Dinamakan gula semut karena bentuk gula ini mirip semut merah yang kecil yang biasanya bersarang di tanah.

Bahan dasar untuk membuat gula semut adalah nira pohon aren dan minyak kelapa. Karena kedua pohon ini masuk jenis tumbuhan palmae, maka dalam bahasa asing secara umum gula semut disebut sebagai Palm Sugar atau Palm Zuiker.

Pengelola produksi gula semut, Hasrul, menuturkan bahwa pihaknya memilih bahan dari nira aren karena lebih mudah didapatkan. Beberapa warga Desa Tumbubara juga sebagai petani aren sehingga untuk kebutuhan bahan tidak kesulitan lagi.

“Di sini kita sudah kerjasama dengan petani, jadi kalau misalnya ada pesanan kita langsung komunikasinya ke petani,” tutur Hasrul saat ditemui di rumah produksi gula semut, Selasa (5/1/21).

Hasrul menjelaskan untuk proses pembuatan gula semut, karena masih dalam tahap awal, mereka masih menggunakan cara manual. Mulai dari perebusan sari aren menggunakan tungku api selama 6 jam hingga mengental, setelah itu dipindahkan ke wajan lain untuk pengeringan. Kemudian dihaluskan dan disaring hingga mendapatkan hasil yang maksimal.

Dalam satu tungku, dengan jumlah volume nira aren sekitar 40 liter dalam sekali masak, dapat menghasilkan 4 kilogram (Kg) gula semut yang siap untuk dikemas dan dipasarkan.

“Kalau untuk hasilnya, 10 liter itu bisa menghasilkan 1 kg gula semut,” ujarnya.

Dalam sehari mereka mampu menghasilkan sekitar 7 kg untuk sementara karena masih tahap awal. Lantaran belum terekspos secara luas, sehingga jumlah produksinya masih menyesuaikan dengan jumlah pesanan.

“Kita baru jalan sebulan, belum bisa produksi banyak karena kita juga masih tahap awal, jadi masih menyesuaikan dengan jumlah pesanan konsumen,” terang Hasrul.

Bagi Hasrul, gula semut lebih praktis dibandingkan gula merah batang karena gula semut lebih mudah larut dalam air karena kandungan air di dalam gula yang sedikit. Selain itu, memiliki rasa yang manis dan aroma yang khas sekali. “Gula semut juga lebih tahan lama,” katanya.

Gula semut memiliki banyak manfaat, di antaranya menambah semangat, mencegah anemia, meningkatkan daya tahan tubuh, memperlancar peredaran darah dan menjaga kolestrol tubuh.

  • MUH ASRI

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Gaungkan Zero Halinar, Barang Sitaan Dimusnahkan Tanpa Sisa

20 April 2026 - 13:17 WITA

Rutan Masamba Gelar Aksi Bersih Lingkungan Peringati HBP ke-62

8 April 2026 - 11:30 WITA

bersih-bersih

Razia Besar di Lapas Palopo, Barang Terlarang Disita, Tapi Ada yang Nihil

7 April 2026 - 15:49 WITA

razia

Rutan Masamba Gelar Tes Urine dan Penggeledahan Gabungan, Seluruh WBP Negatif Narkoba

7 April 2026 - 08:00 WITA

tes urine

Tak Disangka! Ratusan Petugas & WBP Lapas Palopo Jalani Tes Narkoba, Ini Hasilnya

6 April 2026 - 22:21 WITA

tes urine
Trending di Palopo-Luwu