Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Internasional

Presiden Jokowi Harap Kesehatan Jadi Fokus Utama Relasi ASEAN-India

badge-check

					Presiden RI Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 ASEAN-India secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (28/10/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman Perbesar

Presiden RI Jokowi menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 ASEAN-India secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (28/10/2021). ANTARA/HO-Biro Pers Sekretariat Presiden/Rusman

BERITA.NEWS, Jakarta – Presiden RI Joko Widodo menyampaikan pentingnya menjaga kerja sama di bidang kesehatan antara ASEAN dan India dalam menghadapi pandemi.

“Tidak saja dalam mengatasi pandemi COVID-19, tetapi juga untuk mempersiapkan diri kita menghadapi pandemi-pandemi yang akan datang,” kata Presiden Jokowi saat berpidato pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 ASEAN-India secara virtual di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (28/10/2021).

Menurut Presiden, India memiliki kapasitas yang besar pada sektor kesehatan, terutama dalam bidang farmasi.

India juga merupakan produsen vaksin terbesar di dunia dan produk farmasi tersebar ketiga di dunia. Hal tersebut dapat menjadi modal besar untuk memperkuat kerja sama industri farmasi antara ASEAN dan India.

Sejumlah tindakan yang dapat dilakukan, antara lain diversifikasi lokasi produksi kebutuhan medis, peningkatan produksi obat dan vaksin, kerja sama riset dan pengembangan vaksin dengan teknologi terkini, dan membangun jaringan serta menjadi bagian dari pusat distribusi regional industri farmasi.

“Di tingkat global, dukungan TRIPS (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights) Waiver di WTO harus dilakukan. Ini penting memfasilitasi akses teknologi terkini obat-obatan maupun vaksin,” kata Presiden.

Ia mengatakan bahwa kerja sama dalam bidang sumber daya manusia (SDM) kesehatan juga perlu, apalagi hingga Juli 2021 India tercatat memiliki perguruan tinggi dengan jurusan kedokteran yang cukup banyak.

“Dengan pengalaman dan keunggulan SDM yang dimiliki, India dapat mendukung peningkatan kapasitas SDM negara ASEAN di bidang kesehatan,” ungkap Presiden.

Dikatakan pula bahwa program 1.000 PhD yang dicanangkan oleh India dapat diprioritaskan pada bidang bioscience (biosains) dan biotechnology (bioteknologi).

Selain itu, Presiden juga meminta agar program magang dan penelitian di perusahaan bidang kesehatan di India dapat terbuka lebar.

“Fasilitasi magang dan penelitian pada perusahaan bidang kesehatan di India agar dibuka seluas-luasnya bagi negara ASEAN,” kata Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam KTT tersebut Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Harapan Damai di Ujung Tanduk, Pembicaraan AS–Iran Terhenti di Islamabad

12 April 2026 - 13:07 WITA

Iran Kunci Selat Hormuz di Tengah Perang, Janji Dibuka Usai Konflik

11 April 2026 - 10:13 WITA

Erdogan Menang Pilpres, Pimpin Turki Hingga 2028

29 Mei 2023 - 10:12 WITA

Indonesia Bekuk Thailand 5 – 2 di Final, Raih Emas Setelah 32 Tahun

16 Mei 2023 - 23:30 WITA

Andalan Pakai Baju Adat Jadi Pembicara di Forum UNESCO

22 Februari 2023 - 14:44 WITA

Trending di Internasional