Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Polda Panggil Rekanan Proyek Rehab SD-SMP di Takalar, LAKSUS: Seret Semua yang Terlibat

badge-check

					Polda Panggil Rekanan Proyek Rehab SD-SMP di Takalar, LAKSUS: Seret Semua yang Terlibat Perbesar

BERITA.NEWS, Takalar –Tim penyelidik Direktorat Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel, mulai menyelidiki dugaan penyimpangan puluhan proyek rehabilitasi sekolah untuk SD dan SMP di Kabupaten Takalar tahun 2021.

Surat panggilan pemeriksaan mulai dilayangkan penyelidik kepada sejumlah rekanan yang mengerjakan proyek tersebut. Kasus ini diusut lantaran adanya dugaan mark up dalam pengerjaan proyek yang menelan anggaran puluhan miliar itu.

Indikasi penyidik semakin kuat pasca
ambruknya plafon SD Negeri 146 Bontokanang di Desa Bentang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, beberapa waktu lalu. Kejadian ini sungguh di luar perkiraan, lantaran sekolah tersebut baru saja direhab.

“Kami sangat mengapresiasi Polda Sulsel yang bergerak cepat merespon aduan masyarakat. Kami minta agar penyidik memeriksa intensif ULP Kabupaten Takalar. Kami menduga ada persekongkolan dalam tender proyek ini, yang berimplikasi pada amburadulnya pekerjaan rehab sejumlah sekolah di Takalar,” kata Direktur Lembaga Antikorupsi Sulsel, Muh Ansar, Senin (7/01/2022).

Baca Juga :  Arab Saudi Berlakukan Denda Rp459 Juta Bagi Pelanggar Aturan Haji

Menurut Muh Ansar, LAKSUS sebagai saksi pelapor sejak awal menemukan banyak kejanggalan dalam proses lelang proyek ini. Dan LAKSUS telah menduga kalau proyek rehab sejumlah sekolah tidak akan berjalan sebagaimana yang diharapkan. Bahkan yang dia ketahui ada beberapa proyek rehab yang tidak selesai pekerjaannya sampai batas waktu yang ditentukan dan ada beberapa rekanan yang terpaksa harus di blacklist.

“Ini menggunakan uang negara yang cukup besar. Kami minta penyidik untuk menyeret semua yang terlibat ke hadapan hukum. Kasus ini akan kami kawal sampai tuntas,” tukasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Dua Bulan Terserang Penyakit, Netanyahu Diam-Diam Jalani Perawatan Prostat

25 April 2026 - 12:29 WITA

Darah di Batu Cidu Jeneponto! Tikaman Badik Akhiri Nyawa Pria 46 Tahun, Pelaku Ditangkap Dini Hari

24 April 2026 - 19:44 WITA

penikaman

AS Perluas Operasi, Kapal Tanker Iran Disergap di Samudera Hindia

23 April 2026 - 18:17 WITA

Arab Saudi Berlakukan Denda Rp459 Juta Bagi Pelanggar Aturan Haji

23 April 2026 - 09:57 WITA

ART Curi Perhiasan dan Uang Majikan di Maros Ditangkap di Makassar

22 April 2026 - 09:52 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal