Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Ekobis

PLN Operasikan Gardu Induk Terbesar di Timur Indonesia

badge-check

					Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi atau GITET Wotu yang berlokasi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-PLN) Perbesar

Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi atau GITET Wotu yang berlokasi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (ANTARA/HO-PLN)

BERITA.NEWS, Jakarta – PT PLN (Persero) telah merampungkan penambahan kapasitas dan pemberian tegangan perdana pada Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi atau GITET Wotu sebesar 250 MVA yang berlokasi di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Penambahan kapasitas dan pemberian tegangan perdana itu membuat GITET Wotu menjadi gardu induk terbesar di bagian timur Indonesia.

“Penambahan kapasitas ini merupakan upaya kami untuk menghadirkan listrik yang berkualitas dan andal, khususnya di Pulau Sulawesi,” kata General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Defiar Anis dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Jumat.

Dia menambahkan energize pada GITET Woku diharapkan dapat meningkatkan pasokan daya listrik di Sulawesi Tenggara.

Menurutnya, penambahan kapasitas dan pemberian tegangan perdana GITET Wotu akan membuka peluang lebih besar untuk pertumbuhan investasi dan ekonomi.

Kebutuhan listrik di Sulawesi diprediksi akan meningkat seiring pertumbuhan industri di wilayah tersebut, khususnya untuk industri smelter.

Baca Juga :  PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

Kebutuhan listrik untuk fasilitas pengolahan dan pemurnian mineral atau smelter di Sulawesi diproyeksikan lebih dari 6.000 MVA.

Sebelumnya, PLN juga telah menandatangani perjanjian jual beli tenaga listrik sebesar 738 MVA dengan beberapa perusahaan, seperti Arafura Surya Alam di Sulawesi Utara, PT Banyan Tumbuh Lestari di Gorontalo, PT Huadi Nickel Alloy Indonesia, PT Ceria Nugraha Indotama, PT Bintang Smelter Indonesia dan PT Macika Mineral Industri di Sulawesi Tenggara.

PLN mengedepankan penggunaan komponen dalam negeri dalam setiap proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan.

GITET Wotu memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) mencapai sebesar 44 persen. Angka tersebut lebih besar dari persentase yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 54 Tahun 2021.

Regulasi itu menyebutkan secara rinci persentase minimum TKDN yang harus dipenuhi dalam setiap jenis proyek infrastruktur ketenagalistrikan bergantung kapasitasnya baik untuk pembangkit, gardu induk, maupun transmisi.

“Kami senantiasa meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam setiap kegiatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan PLN. Penggunaan TKDN di berbagai proyek kelistrikan terutama dalam masa pandemi COVID-19 diharapkan dapat memacu perekonomian nasional,” ucap Defiar Anis.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

PLN Icon Plus Dukung Layanan Andal pada Retret DPRD di Lembah Tidar Magelang

24 April 2026 - 07:34 WITA

PLN Icon Plus Perkuat Profesionalitas Karyawati melalui Program Awareness di Hari Kartini

23 April 2026 - 20:04 WITA

Investor Global Abu Dhabi Ports Group Lirik Potensi Investasi Makassar New Port

23 April 2026 - 11:36 WITA

Nuansa Alam dan Cita Rasa Rumahan, RM Jabar Resto & Cafe Jadi Destinasi Kuliner di Sinjai

18 April 2026 - 19:56 WITA

Rumah Makan

Road To Pekan Reksa Dana, APRDI dan OJK Perkuat Sosedu Bersama Media di Makassar

17 April 2026 - 20:50 WITA

Trending di Ekobis