Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Pemkab Gowa Gencar Cegah Stunting

badge-check

					Sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting yang diadakan oleh PKK Kecamatan Palangga. (Putri/BERITA.NEWS) Perbesar

Sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting yang diadakan oleh PKK Kecamatan Palangga. (Putri/BERITA.NEWS)

BERITA.NEWS, Gowa – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gowa, Priska Paramita Adnan mengingatkan para kader PKK akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih sebagai upaya dalam pencegahan dan penanggulangan stunting serta sangat menekankan jangan hanya sosialisasi tetapi harus dilakukan implementasi.

Hal ini disampaikan langsung Priska saat memberikan materi tentang sosialisasi penanganan dan pencegahan stunting yang diadakan oleh PKK Kecamatan Palangga di Hotel Santika, Makassar.

“Jumlah penduduk di Gowa mencapai 700 ribu jiwa, sedangkan jumlah balita di Gowa sebanyak 552 balita. Penderita stunting sebesar 44 persen berada di Kecamatan Palangga, untuk itu perlu dilakukan pencegahan. Apalagi Kabupaten Gowa menjadi daerah keempat tertinggi stunting. Sehingga saya berharap untuk menjaga kesehatan ibu dan anak, imunisasi, gizi, dan penanggulangan diare adalah cara tepat untuk menangani stunting,” jelas Priska. Rabu (16/10/2019).

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pallangga, Hj Rismawaty Kadir Nyampa dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan bukan hanya sekedar seremoni semata, sebab stunting berbahaya.

Baca Juga :  Ngopi Bareng Warga, Kapolrestabes Makassar Serap Aspirasi dan Perkuat Kamtibmas di Tallo

“Kami membuat inovasi pencegahan stunting dengan sayur kelor, kami menginstruksikan setiap kader wajib menanam pohon kelor minimal dua pohon per desa sehingga saat ini ada lima desa di Kecamatan Palangga menjadi kawasan pohon kelor yabg juga bisa di ekspor ke Jepang. Bahkan, dengan adanya pohon kelor di Palangga, kami telah membuat inovasi berupa kripik, kue tradisional, dan obat-obatan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Muhammad Asrul berharap tahun 2020 permasalahan stunting di Gowa tidak lagi sosialisasi tapi lebih kepada pencegahannya, apalagi Pemkab Gowa akan memberi bantuan dalam menangani stunting.

“Saya juga berharap kepada ibu-ibu yang ingin melahirkan sebaiknya melahirkan di Puskesmas, karena kami ingin melakukan pendataan,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Camat Pallangga, Taufik M Akib, Kepala Puskesmas Palangga, dr Gaffar, dan pengurus PKK Kecamatan Palangga.

. Putri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Waspada El Nino, Kapolres Maros Serukan Siaga Kekeringan dan Kebakaran Hutan

15 April 2026 - 09:38 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Kapolres Maros Dukung Gerakan Pangan, IKA PMII Siap Garap Lahan di Mallawa

14 April 2026 - 17:00 WITA

Trending di Daerah