Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Palopo-Luwu

Pastikan Pembelajaran Tatap Muka Patuhi Protkes, Basmin Kunjungi 7 Sekolah

badge-check

					Pastikan Pembelajaran Tatap Muka Patuhi Protkes, Basmin Kunjungi 7 Sekolah Perbesar

BERITA.NEWS, Luwu – Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas di masa pandemi Covid-19 diterapkan Pemerintah Kabupaten Luwu di sejumlah sekolah yang dijadikan sampel oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Luwu.

Guna memastikan PTM Terbatas berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan, Bupati Luwu Dr H Basmin Mattayang memantau tujuh sekolah yang menjadi sampel, Rabu (1/9/2021).

Tujuh sekolah yang dikunjungi Bupati Luwu yakni SDN 22 Belopa, SMPN 1 Belopa, SMPN 2 Belopa, SMPN 1 Bua Ponrang, SDN 60 Ponrang, SMPN 1 Bua, dan SDN 65 Bua.

Bupati Luwu mengapresiasi kesigapan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang menjalin koordinasi dengan Satgas Covid-19 sehingga protokol kesehatan dapat terpenuhi pada setiap sekolah yang menjadi sampel.

“Dari 7 sekolah yang kita kunjungi, Alhamdulillah semua memenuhi protokol sekolah, bahkan ada yang berlebih dengan membuat tempat pencucian tangan secara permanen,” ungkap Basmin usai memantau sekolah.

Harapannya kepada orang tua siswa agar tidak takut karena ini merupakan kelonggaran Pemerintah Pusat, yang penting anak-anak dibekali dengan sistem protokol kesehatan yang baik, dan diharapkan pembelajaran tatap muka ini tidak berhenti lagi.

“Tanggapan orang tua atas terbukanya PTM ini sangat positif sekali, namun masih ada beberapa orang tua siswa yang masih takut jika anaknya mengikuti PTM,” imbuh Basmin.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs. Hasbullah Bin Mush yang turut mendampingi dalam pemantauan tersebut menyebutkan sebanyak 25 Sekolah Dasar dan 25 Sekolah Menengah Pertama yang menjadi sampel untuk PTM Terbatas pada fase pertama ini.

“Saat ini sudah ada 70 SDN yang telah memenuhi syarat untuk melaksanakan PTM Terbatas, namun untuk fase pertama masih 25 sekolah yang menjadi sampel,” terang Hasbullah.

Untuk diketahui, siswa yang mengikuti PTM terbagi dalam 2 sesi sehingga hanya 50% siswa setiap kelasnya. Sesi pertama dimulai pukul 07.30 – 09.30 dan sesi kedua pada pukul 10.30 – 12.30. Jeda 30 menit antar sesi agar tidak terjadi kerumunan saat pertukaran sesi.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kab. Luwu, dr. Rosnawary Basir mengungkapkan siswa yang mengikuti PTM harus dipastikan dalam kondisi sehat dan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

  • Muh Asri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Gaungkan Zero Halinar, Barang Sitaan Dimusnahkan Tanpa Sisa

20 April 2026 - 13:17 WITA

Rutan Masamba Gelar Aksi Bersih Lingkungan Peringati HBP ke-62

8 April 2026 - 11:30 WITA

bersih-bersih

Razia Besar di Lapas Palopo, Barang Terlarang Disita, Tapi Ada yang Nihil

7 April 2026 - 15:49 WITA

razia

Rutan Masamba Gelar Tes Urine dan Penggeledahan Gabungan, Seluruh WBP Negatif Narkoba

7 April 2026 - 08:00 WITA

tes urine

Tak Disangka! Ratusan Petugas & WBP Lapas Palopo Jalani Tes Narkoba, Ini Hasilnya

6 April 2026 - 22:21 WITA

tes urine
Trending di Palopo-Luwu