Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Pangkas APBD Perubahan Rp 268 Miliar, Pemprov Sulsel: Bukan Bayar Utang

badge-check

					Pangkas APBD Perubahan Rp 268 Miliar, Pemprov Sulsel: Bukan Bayar Utang Perbesar

Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman di Rapat Paripurna Penetapan APBD P 2021 (Ist)

BERITA.NEWS, Makassar – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel kembali melakukan pemangkasan anggaran. Kali ini di Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan sebesar Rp 268 miliar. Senin (1/11/2021).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Sulsel Andi Darmawan Bintang mengatakan pemangkasan itu atas hasil evaluasi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sehingga, Kemendagri Instruksikan melakukan penyesuaian ulang program yang dianggap tidak bisa berjalan di APBD Perubahan atau hingga akhir tahun 2021.

Olehnya itu, Darmawan menegaskan penyesuaian Anggaran murni mengikuti instruksi yang keluar dari Kemendagri. Bukan untuk menutupi utang, jika diisukan seperti itu.

“(Bukan karena hutang ?) Bukan, bukan itu dijadikan bahan evaluasi. Bukan karena utang. Karena ada kelebihan menurut pemerintah pusat proyeksinya terlalu tinggi,” ucapnya.

Lebih lanjut, dikatakan terdapat beda persepsi antara Pemprov Sulsel dan Kemendagri soal program yang sudah ditetapkan di APBD Perubahan 2021. Sehingga, pihaknya tetap mengikuti arahan pusat tersebut.

“Namun demikian kita harap bahwa kan itu sudah dituangkan dalam bentuk Belanja prediksi kita bisa capai, tapi berbeda kita punya pandangan dengan kemendagri, kita patuh pada apa yang disampaikan Kemendagri,” jelasnya.

“Kemendagri memang yang menginginkan yang seperti itu. Penyesuaian karena ada perbedaan persepsi penerimaan daerah.
Artinya kita cari titik tengah mau tidak mau kan, namanya juga hasil evaluasi,” pungkasnya.

 

Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tak Banyak yang Tahu, Disertasi Ini Bawa Sarianto Raih Doktor UNM

24 April 2026 - 21:25 WITA

Sarianto (Kanan) usai sidang promosi doktor di Universitas Negeri Makassar, Jumat 24 April 2026. Foto: Ist.

Sinergi Lingkungan, Polres Maros Tanam Pohon dan Tebar Ribuan Benih Ikan

24 April 2026 - 09:37 WITA

Rutan Masamba Berbenah, Disiplin Pegawai Diperketat Pengamanan Makin Solid

23 April 2026 - 19:45 WITA

SPMB Sulsel 2026, Disdik Berlakukan Jalur Domisili Radius Zona 1 dan 2

23 April 2026 - 17:56 WITA

PT Pegadaian Peduli Bantu Pembangunan Masjid Nurul Yaqin di Jeneponto

22 April 2026 - 15:26 WITA

Trending di Daerah