Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Palopo-Luwu

Pabrik Beras Dibangun di Bua, Basmin: Lahan Pertanian di Luwu 40 Ribu Hektar

badge-check

					Pabrik Beras Dibangun di Bua, Basmin: Lahan Pertanian di Luwu 40 Ribu Hektar Perbesar

BERITA.NEWS, Luwu – Pabrik beras dengan kapasitas 12 ribu ton/bulan mulai dibangun di Desa Toddopuli, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, Sulsel.

Pembangunan pabrik yang disebut-sebut terbesar di Sulsel itu ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama, Minggu 28 November 2021, siang.

Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Mochamad Syafei Kasno, hadir langsung melakukan peletakan batu pertama, bersama Bupati Luwu Dr Basmin Mattayang.

Pabrik beras yang dibangun PT Jas Mulia, juga disebut terbesar ketiga di wilayah Indonesia Timur.

Direktur PT Jas Mulia, Dewi Sartika Pasande, mengatakan, pabrik ini berkapasitas 12 ton/jam atau 480 ton per hari. Jika dikali 25 hari, maka akan dapat memproduksi 12 ribu ton/bulan.

“Saya tidak ingin menyebut ini terbesar di Sulsel, namun kapasitas produksi kita, 12 ton/jam atau 480 ton per hari,” jelasnya.

Dewi juga mengungkapkan, pabrik itu juga nanti akan dilengkapi dryer atau pengering, yang akan didatangkan dari Jepang.

“Kita juga akan cover pengeringan jagung. Sehingga bukan cuma beras yang bisa diproduksi,” katanya.

Dia mengatakan, total investasi yang disiapkan dalam pembangunan pabrik beras ini sebesar Rp58 miliar, di atas lahan 2,5 hektar.

“Lama pembangunan kita target 9 bulan. Kami sangat apresiasi, bapak Bupati sangat memudahkan dari segala hal,” katanya.

Sementara itu, Bupati Luwu, Dr Basmin Mattayang, menjelaskan, Luwu ini memiliki lahan pertanian berupa sawah sekitar 40 ribu hektar, dan 100 ribu hektar se-Luwu Raya.

“Sementara hasil panen padi petani kita berkisar 7-9 ton per hektar, dengan 5 kali panen dalam 2 bulan,” terangnya.

Kendalanya, kata Basmin, ketersediaan pupuk bersubsidi. Sementara jika ada pupuk non subsidi, harganya sangat mahal, hingga Rp300 ribu/zak.

  • Muh Asri

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lapas Palopo Gaungkan Zero Halinar, Barang Sitaan Dimusnahkan Tanpa Sisa

20 April 2026 - 13:17 WITA

Rutan Masamba Gelar Aksi Bersih Lingkungan Peringati HBP ke-62

8 April 2026 - 11:30 WITA

bersih-bersih

Razia Besar di Lapas Palopo, Barang Terlarang Disita, Tapi Ada yang Nihil

7 April 2026 - 15:49 WITA

razia

Rutan Masamba Gelar Tes Urine dan Penggeledahan Gabungan, Seluruh WBP Negatif Narkoba

7 April 2026 - 08:00 WITA

tes urine

Tak Disangka! Ratusan Petugas & WBP Lapas Palopo Jalani Tes Narkoba, Ini Hasilnya

6 April 2026 - 22:21 WITA

tes urine
Trending di Palopo-Luwu