Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

OJK Sulselbar Catat Total Aset Perbankan di Sulampua Capai Rp 549 Triliun

badge-check

					Kepala OJK Sulselbar Darwisman (dok) Perbesar

Kepala OJK Sulselbar Darwisman (dok)

BERITA.NEWS,Makassar- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulselbar mencatat kinerja positif Industri perbankan di wilayah Sulawesi, Maluku dan Papua (Sulampua) per November 2024 lalu.

Kantor OJK Sulselbar mencatatkan kinerja industri perbankan di wilayah Sulampua yang tumbuh secara year on year (yoy) pada Total Aset, Dana Pihak Ketiga (DPK) dan Kredit.

Kepala OJK Darwisman Sulselbar mengatakan total Aset tumbuh sebesar 4,60 persen atau sebesar Rp 25.254 Triliun, dengan total Aset mencapai Rp 549 triliun.

“Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 2,59 persen atau sebesar Rp 8,857 Triliun, dengan total DPK mencapai sebesar Rp 342 triliun,” ucapnya.

Baca Juga :  Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

Sementara itu, penyaluran kredit tumbuh 7,90 persen atau sebesar Rp34,128 Triliun, dengan total penyaluran kredit mencapai sebesar Rp432 triliun.

“Berdasarkan jenis penggunaan, kredit investasi tumbuh tertinggi yaitu sebesar 12,68 persen.

Tingkat intermediasi Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 126,30 persen, sementara kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio Non Performing Loan (NPL) sebesar 2,44 persen,” ungkapnya.

Darwisman menilai kondisi jasa keuangan yang positif ini mampu mendukung perekonomian regional maupun nasional ditengah dinamika perekonomian global dan domestik.

“Stabilitas sektor jasa keuangan tercermin dari pertumbuhan kinerja yang positif di sektor Perbankan (PBKN); Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK);

Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP); dan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan LJK Lainnya (PVML),” ucapnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Tuduh AS Ingkari Komitmen Negosiasi, Iran Tutup Kembali Selat Hormuz

18 April 2026 - 19:12 WITA

Iran Buka Kembali Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Komersial Kembali Normal

18 April 2026 - 08:32 WITA

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Trending di News