BERITA.NEWS, JAKARTA– Ketua terpilih Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golkar, Nurdin Halid menilai langkah Bambang Soesatyo sudah tepat. Dia tak ingin ada perpecahan dalam kubu Golkar.
“Pertama, Dia (Bambang Soesatyo) tidak mau adanya pertarungan yang menciptakan perpecahan dalam partai Golkar dan ini trauma bagi partai Golkar,” kata Nurdin Abdullah di The Ritz-Carlton Jakarta, Selasa (3/12/2019).

“Terus kedua, dia (Bamsoet) sangat komitmen dengan Airlangga Hartarto, dan mengedepankan persatuan,” kata NH.
Mundur Bamsoet karena dia tak ingin Partai Golkar rusak.
Misalnya, kalau bertarung pasti ada kalah dan menang, pasti ada senang dan luka, masih mending kalau bisa di konsulidasikan.
“Oleh karena itu, pak Bambang Soesatyo melihat situasi itu. Dia lebih memilih mengedepankan kepentingan yang lebih besar daripada dirinya sendiri,” tambahnya.
Mengenai isu tekanan para senior Golkar yang mematahkan langkah Bamsoet untuk maju menjadi caketum Golkar dibantah oleh Nurdin Halid.
“Bukan, di Golkar itu ada pasal 38 sesuai anggaran dasar, dalam mengambil keputusan melalui musyawarah- mufakat. Nah kalau bisa bermusyawarah ngapain bersaing,” ujar mantan ketua PSSI tersebut.
Mengenai janji politik untuk Bambang Soesatyo, Nurdin Halid menyampaikan sudah diberikan. “Kan itu janji politik yaitu kursi MPR.”
Sementara itu, Golkar Sulsel selalu sulit untuk mendukung Airlangga Hartarto sebagai ketua umum Golkar. “Kami selalu solid untuk pak Airlangga. Kan Pak Airlangga deklarasi di Makassar pada tanggal 7 Juli. Dan kami memberikan dukungan buat pak Airlangga,” tegasnya.
“Mengenai isu dua kaki DPD Sulsel itu adalah bohong, itu tidak benar,” tutup Nurdin Halid.
- LIN
![]()



























