Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Daerah

Nelayan Temukan Mamalia Diduga Paus Sperma Mati di Pantai Sumba Tengah

badge-check

					Petugas dari BKKPN Kupang mengidentifikasi bangkai mamalia diduga paus sperma yang terdampar di pantai Sumba Tengah. ANTARA/HO-BKKPN/aa. Perbesar

Petugas dari BKKPN Kupang mengidentifikasi bangkai mamalia diduga paus sperma yang terdampar di pantai Sumba Tengah. ANTARA/HO-BKKPN/aa.

BERITA.NEWS, Kupang – Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang melaporkan bahwa nelayan di Desa Ngadu Mbolu, Kabupaten Sumba Tengah menemukan seekor ikan paus yang diduga paus sperma terdampar dengan kondisi badan yang sudah membusuk.

Kepala BKKPN Kupang Imam Fauzi mengatakan bahwa mamalia paus itu diduga sudah mati saat berada di tengah, karena saat ditemukan nelayan di daerah itu sudah dalam keadaan membusuk.

“Tim kemarin sudah berangkat ke sana dan sudah mengidentifikasi paus tersebut, menurut pengakuan nelayan itu, sudah ditemukan sejak tanggal 26 Juni,” katanya.

Mamalia laut tersebut sebelumnya juga sudah terlihat berada di laut sejak hari Jumat 25 Juni 2021. Saat terdampar di pesisir kondisi mamalia laut sudah tidak lengkap artinya tidak ditemukan kepala, ekor, dan sirip. Selain itu, posisi perut juga sudah membesar.

Imam menambahkan minimnya jaringan telekomunikasi di daerah itu mengakibatkan koordinasi dengan BKKPN jadi terhambat sehingga proses identifikasi juga membutuhkan waktu.

Lebih lanjut kata Imam hasil pengamatan dan pengukuran tim Quick response Sumba Timur diketahui panjang bangkai 9,1 Meter dengan panjang total saat pertama kali terdampar kurang lebih 18,1 Meter. Kemudian diketahui diameter perut 5,8 meter.

Adapun tim juga melakukan pengamatan dan pengukuran tulang bagian vertebra yang sudah terlepas dari bangkai mamalia dengan dimensi, tinggi 91 cm, lebar total 72 cm, tebal 30 cm, keliling 122 cm.

“Tim juga sulit mengidentifikasi karena kondisi bangkai yang sudah rusak, tidak lengkap, dan tidak diketahui kunci identifikasi jenisnya,” ujar dia.

Tim BKKPN bersama warga di desa tersebut pada Kamis (1/7) hari ini menjadwalkan akan membakar bangkai paus tersebut karena tidak ada akses untuk masuknya alat berat ke lokasi serta kondisi bangkai mamalia laut sudah dalam kondisi pembusukan tingkat lanjut.

“Pagi ini sudah mulai dilakukan pembakaran. Karena memang akses masuk kendaraan berat tidak ada,” tambah dia.

  • ANTARA

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pengamanan May Day Diperketat, Polres Maros Siapkan Ini

29 April 2026 - 09:32 WITA

HBP ke-62, Rutan Masamba Perkuat Komitmen Pelayanan Prima

27 April 2026 - 17:57 WITA

Gerobak Usaha Hasil Pembinaan Ramaikan HBP ke-62 di Rutan Barru

27 April 2026 - 17:40 WITA

Sipropam Polres Maros Ingatkan Personel Bijak Bermedsos

27 April 2026 - 10:10 WITA

Cegah Bentrok Meluas, Polsek Lau Damaikan Dua Kelompok Pemuda di Maros

25 April 2026 - 16:25 WITA

Trending di Daerah