BERITA.NEWS, Makassar – Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman meminta kepada para pemuka agama ikut mensyiarkan ke masyarakat pentingnya protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi Covid-19.
Hal itu dikatakan Andi Sudirman saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) VIII Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulsel yang berlangsung di Hotel Four Point by Sheraton Makassar.

Musda tersebut juga mengangkat tema “MUI Bersama Umat Menanggulangi Covid-19”, Musda ini telah berlangsung mulai Sabtu 7 Agustus hingga Minggu 8 Agustus 2021. Salah satu agendanya dalam membentuk kepengurusan baru MUI Sulsel.
Andi Sudirman memaparkan berbagai kebijakan dilakukan Pemprov Sulsel dalam penanganan pandemi Covid-19. Mulai memperketat di bandara aturan swab PCR, Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) bagi pasien positif Covid-19 tanpa gejala (OTG) dan gejala ringan, mendatangkan alat High Flow Nasal Cannula (HFNC) yaitu alat untuk bantu pernapasan terapi oksigen aliran tinggi.
“Kita kebut vaksinasi untuk menyasar area aglomerasi dan wilayah episentrum, misalnya di Mamminasata. Dengan Vaksinasi ini, membangun herd immunity (kekebalan kelompok). Kita juga menjaga dihilir, dengan diinstruksikan kepada RS, agar BOR ICU tidak melebihi 70% dan jika melebihi harus melakukan konversi ruangan untuk ICU,” jelasnya.
Andi Sudirman pun meminta kepada para Ulama, Kyai, dan Ustaz untuk turut ikut membantu Pemerintah dalam menyampaikan ke masyarakat pentingnya protokol kesehatan (Prokes) utamanya memakai masker dan vaksinasi Covid-19.
“Kami minta agar dalam ceramahnya menyampaikan kepada jemaah, agar tidak takut memeriksakan diri ke rumah sakit. Kita tidak boleh panik. Dan mengingatkan masyarakat bagaimana menjaga imun, iman, serta bersikap jujur dengan kondisi tubuh, jika kurang sehat, harus istirahat di rumah,” pintanya.
- Andi Khaerul
![]()





























