BERITA.NEWS, Makassar- Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) apresiasi 1.066 konten video Tiktok bertemakan ‘Pangan Aman’ diikuti 286 Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Sulawesi Selatan.
Apresiasi Rekor MURI konten video Pangan Aman di dilaksanakan Balai Besar Pengawas Obat dan Makassar (BPOM) di Makassar kegiatan Gebyar Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Inovatif dan Ajang Kreativitas Tingkat SMP Se-Provinsi Sulawesi Selatan.

Kegiatan yang melibatkan 286 sekolah dan 2.111 peserta ini menghasilkan 1.066 konten pangan aman. Dilaksanakan secara luring dan daring di ruang rapat pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/9/2021).
Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan Dr Abdul Hayat Gani MSi, motivator sekaligus founder Motivasi Indonesia (MI) Ir Hamry Gusman Zakaria MM, dan Kepala Balai Besar POM di Makassar Dra Hardaningsih Apt MHSM.
Adapun juara 1 diraih oleh SMP Telkom Makassar dengan judul video “Makanan Sehat Makanan Nikmat”. Juara 2 SMP 2 Galesong Utara Takalar dengan judul video “Tingkatkan Kewaspadaan/Kesadaran Masyarakat Terhadap Pentingnya Keamanan Pangan” dan juara 3 diperoleh SMPN 2 Belopa Luwu dengan judul video “Pangan Aman Tubuh Sehat”.
Juara harapan 1 diperoleh SMPN 4 Parepare dengan judul video “Ciri-ciri Makanan yang Berbahaya”. Juara harapan 2 diperoleh SMPN 8 Sinjai dengan judul video “Mengenal Keamanan Pangan”. Juara harapan 3 diraih SMPN 29 Makassar dengan judul video “Generasi Emas Ingat Cek Klik”. Adapun penghargaan pengirim video terbanyak diberikan kepada SMP Plus Budi Utomo sebanyak 303 video.
“Ini sesuatu yang luas bisa sejarah aplikatif di era pandemi ternyata masih ada ruang ide gagasan inovasi yang kuat terbukti dengan datangnya senior manager dari MURI ini memberikan penganugerahan. Ini tidak sembarang, sertifikat pengakuan,” ucap Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani.
Sementara itu, Kepala Balai Besar POM di Makassar Dra Hardaningsih Apt MHSM mengatakan kegiatan ini untuk seluruh siswa-siswa SMP se-Sulawesi Selatan. Kegiatan itu disebutnya terus dilanjutkan sebagai bahan edukasi kepada generasi muda.
“Karena anak-anak generasi emas ini ada di berbagai level tingkatan yang diusia sekolah bisa SD, SMP dan SMA mereka akan perkaya pengetahuan keamanan pangan, obat dan makanan tentunya ini menjadikan mereka lebih memahami sehingga mereka juga bisa berperan jaga keamanan pangan,” jelasnya.
Andi Khaerul
![]()





























