Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Miris, Kondisi Kantin di Kantor Gubernur yang Iuran tak Sebanding dengan Fasilitas

badge-check

					Kondisi kantin di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (15/8/2019) Perbesar

Kondisi kantin di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (15/8/2019)

BERITA.NEWS, Makassar – Pedagang makanan dan minuman di kantin kantor Gubernur Sulsel mengaku kecewa atas kebijakan yang dikeluarkan pengurus Dharmawanita Sulsel. Soal iuran sewa bulanan lapak kantin yang dinilai tidak sesuai. Kamis (15/8/2019).

Kekecewaan bermula, ketika kantin di renovasi para pedagang tersebut pindah di lapangan basket Satpol-PP, tanpa lapak disediakan. Fasilitas seperti, air, listrik dan terpal pun tidak ada. Tetapi, iuran tetap ditagih dan harus dibayar ful ke kas Dharmawanita.

Namun yang lebih membuat kecewa para pedagang adalah kata-kata anggota Dharmawanita bernama Hanifa Istri salah satu Kabid Diskominfo Sulsel dinilai cenderung arogan. Menyuruh pedagang keluar jika tidak mampu bayar iuran ful.

“Ini kan kantin lagi perbaikan toh jadi pindahki di lapangan, katanya biro umum nda bayar pajak, baru ini kemarin tanggal 5  darmawanitanya na suruhki bayar full 750 ribu nda dikasi air, listrik, terpal, atau apakah fasilitas yang memadai,” ujar Wa ode Ulfa yang tiap harinya jual minuman dingin di kantin kantor Gubernur.

Baca Juga :  Dua Bulan Terserang Penyakit, Netanyahu Diam-Diam Jalani Perawatan Prostat

Menurutnya, soal iuran sewa memang hal yang wajar ketika sesuai dengan fasilitas diberikan, seperti waktu kantin belum direnovasi. Apalagi, ditempat yang sekarang kata mantan wartawan harian koran di Makassar penghasilan cenderung menurun.

“Okelah kalau misal 250 atau 350 sebagai uang tempat, ini tidak weh 750 tanpa fasilitas apa-apa, listrik cari sendiri, air juga cari sendiri, nda ada sama sekali. Kagetka, jadi sa bilang, kenapa bisa bayar, alasannya ibu sekda yang suruh, logikanya tempat tidak kondusif begini mau dipajakki,” ungkapnya.

“Kalau proteski itu ji selalu na bilang, kalau tidak mau ikut bayar keluar saja. Disini beda penghasilan kalau punya tempat dibanding lapangan, kurang orang mau makan disini, karena panas toh,” sebutnya.

Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Drama di Washington Hilton, Tembakan Mendadak, Trump dan Istri Dievakuasi

26 April 2026 - 12:20 WITA

Dua Bulan Terserang Penyakit, Netanyahu Diam-Diam Jalani Perawatan Prostat

25 April 2026 - 12:29 WITA

AS Perluas Operasi, Kapal Tanker Iran Disergap di Samudera Hindia

23 April 2026 - 18:17 WITA

Arab Saudi Berlakukan Denda Rp459 Juta Bagi Pelanggar Aturan Haji

23 April 2026 - 09:57 WITA

Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Siap Jaga Koneksi Jamaah di Tanah Suci

22 April 2026 - 09:29 WITA

Trending di News