Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

Mewakili Kaum Milenial, Saatnya Tokoh Muda Masuk Pimpinan DPD

badge-check

					Mewakili Kaum Milenial, Saatnya Tokoh Muda Masuk Pimpinan DPD Perbesar

Abdul Rachman Thaha, salah satu tokoh muda yang digadang-gadang mewakili kaum milenial mengisi pimpinan DPD RI

BERITA.NEWS, Jakarta – Penentuan pimpinan DPD RI menemui babak baru. Kombinasi incumbent dan new comer maupun paket tokoh tokoh ideal senior, gender, militer serta muda milenial mulai digadang-gadang.

Peta calon pimpinan semakin nampak dan mengerucut di antaranya yang telah muncul dari Timur; Nono Sampono-Anna Latuconsina (Maluku-Papua), Mahyudin-Awang Ferdian- dr Asyera Wundalero (Kalimantan), Tamsil Linrung-Adjiep Padindang-Abdul Rachman Thaha-Fadel Muhammad, dr Asyera Wundalero (Sulawesi-Nusa Tenggara)

Calon pimpinan dari Barat, ada nama Prof Jimly Asiddiq, GKR Hemas, Sultan Bahtiar Najamuddin, dan La Nyalla Mataliti.

Berdasarkan draft tatib (Zonasi Timur), nama Nono Sampono ( incumbent) dari timur 1 dan Mahyudin dari timur 2 akan bersaing dengan nama lain di Kalimantan dan Sulawesi seperti Fadel Mohamad, Tansil Linrung, Adjiep Padindang, dr Asyera Wundalero dan tokoh muda asal Sulawesi Tengah, Abdul Rachman Thaha karena sosoknya masih ‘fresh’ dan diterima oleh semua kalangan, sosoknya dianggap mewakili kaum millenial.

“Sudah saatnya pimpinan DPD diisi tokoh muda. Biar DPD lebih fresh dan lebih mewakili kaum muda di negeri ini,” terang Ahmad Zulfikar, Ketua Aliansi Pemersatu Bangsa kepada BERITA.NEWS, Sabtu (8/9/2019)

Baca Juga :  China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

Persaingan ketat juga terjadi di Jawa. Zonasi Barat 2 oleh GKR Hemas, La Nyalla Mattaliti, dan Jimly Assidiq. Sementara di Barat 1 (Sumatera) tokoh muda bengkulu, Sultan Bahtiar Najamudin ikut dijagokan bersama Abdullah Puteh.

Di Jawa: GKR Hemas, La Nyalla dan Jimly bersaing ketat karena tiga tokoh ini dianggap masing-masing punya basis pendukung yang loyal. Sulit diprediksi siapa yang akan keluar dari Jawa karena semua saling klaim.

Selain nama yang akan muncul sebagai pimpinan DPD, beberapa nama juga muncul sebagai kandidat pimpinan MPR dari DPD RI, beberapa nama seperti Prof Jimly – Fadel Mohamad, Yories dan ada beberapa nama baru akan muncul, seperti dari kaum perempuan, Maya Rumantir disebut-sebut akan mendapat satu tempat pimpinan di MPR.

Maya Rumantir bersama Presiden RI Joko Widodo. Nama Maya Rumantir sebagai kandidat kuat pimpinan MPR RI perwakilan dari DPD RI

“Besar harapan terjadi rekonsiliasi lembaga ke depan setelah beberapa tahun belakangan ini DPD mengalami beberapa isu konflik karena perseturuan kubu. DPD harus menentukan nasib dirinya sendiri dengan memilih pemimpin yang bersih dan mewakili kaum muda,” tandas Ahmad Zulfikar.

Berikut Calon Pimpinan DPD Berdasarkan Zonasi:

Sumatera: Sultan Bahtiar Najamuddin, Abdullah Puteh

Jawa: GKR Hemas, Jimly AssidiqLa Nyalla Mattaliti

Kalimantan: Awang Ferdian, Mahyudin

Sulawesi-Nusa Tenggara: Abdul Rachman Thaha, Fadel Muhammad, Adjiep Padindang, Tamsil Linrung, dr Asyera

Maluku-Papua: Nono Sampono, Anna Latuconsian

Pimpinan MPR perwakilan DPD: Maya Rumantir, Jimly Assidiq, Fadel Muhammad

Loading

Comments

Baca Lainnya

Bikin Resah, Aliansi Keluarga Petani Indonesia Laporkan Feri Amsari ke Polda Metro Jaya

17 April 2026 - 19:45 WITA

Iran Gulung 35 Orang Jaringan Mata-mata Mossad di Enam Provinsi

17 April 2026 - 05:24 WITA

Ikbal, Sosok Muda yang Curi Perhatian di Pencalonan BPD Kareloe Jeneponto

16 April 2026 - 19:54 WITA

calon bpd

China Turun Tangan, Dorong Dialog AS-Iran Redam Konflik Timur Tengah

16 April 2026 - 10:20 WITA

Blokade Memanas, Negara Teluk Desak AS Buka Jalur Diplomasi

15 April 2026 - 08:20 WITA

Trending di News