Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Nasional

Mentan SYL: Mafianya Mana, Kasih Liat Saya

badge-check

					Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo Perbesar

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo

BERITA.NEWS, Makassar – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menyebut untuk cadangan ketahanan pangan saat yang ini masih cukup dan akan bertahan hingga masa panen di awal 2020.

“Sisa cadangan yang sudah ada Insya Allah bisa memberi daya tahan. Cadangan pangan kita masih cukup hingga panen mendatang,” ujar SYL seusai memberikan kuliah umum di Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), Selasa (26/11/2019).

Menurut dia, saat ini kondisi lahan pertanian belum stabil karena masih berada dimusim transisi kemarau dan hujan. Namun demikian, pihaknya optimistis panen akan berhasil di tahun 2020.

“Untuk pertanian itu sangat tergantung kondisi cuaca, hama bahkan bencana. Kita tidak tahu bagaimana nanti. Tapi kalau analitik teknokratik yang kita miliki, kita pakai untuk melihat perkembangan diyakini kita bisa yakin akan surplus,” jelasnya.

Mantan Gubernur Sulsel dua priode itu mengungkapkan, ada target panen besar di tahun 2020. Meski dampak kekeringan pada sektor pertanian tahun ini cukup panjang termasuk perubahan cuaca hingga elnino di daerah Barat Indonesia bagian Papua dan sekitarnya.

“Oleh karena itu, November ini kita minus, tapi minusnya itu tidak besar, yang besar nanti Desember. Tapi kita akan tutup itu, Kita target panen besar nanti di Januari dan sudah tidak minus lagi. Nanti Februari dan Maret tahun depan bisa panen raya,” terang dia.

Saat ditanyakan soal upaya mitigasi mengatasi kekeringan, kata mantan Bupati Kabupaten Gowa ini mengungkapkan ada pencitraan satelit. Dengan analitik teknologi yang dimiliki sekarang, sudah bisa prediksi daerah mana yang akan panen dan luasan panennya bisa dibaca.

“Tinggal bagaimana citra satelit itu nantinya membaca, termasuk bagaimana kemudian kita kalibrasi dengan pendekatan lapangan yang ada. Jadi dua-duanya harus ada,” sebut mantan Bupati Gowa dua periode ini.

Berkaitan dengan dugaan permainan mafia pangan, SYL dengan tegas mengatakan tidak takut, dan malah meminta mana mafia pangan tersebut. Sedangkan apakah nanti ada wacana impor beras, kata dia, belum membahas itu.

“Mafianya mana, kasih liat saya tunjukkan. Rencananya untuk data petani, 1 Desember 2019 akan saya umumkan, termasuk single data pertanian yang umumkan nanti rencana bapak presiden. Impor itu bukan barang haram, jika semua upaya sudah dilakukan,” ungkapnya, seperti dikutip dari Antara.

Loading

Comments

Baca Lainnya

Lonjakan Harga BBM Tembus Rp23 Ribu/Liter, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

18 April 2026 - 22:09 WITA

bbm

OJK Perkuat Pengawasan Industri PPDP, Dukung Perekonomian Nasional

14 April 2026 - 08:21 WITA

Modus Janjikan Pengaturan Perkara, Empat Oknum Mengaku Pegawai KPK Ditangkap

10 April 2026 - 19:19 WITA

BPKH Salurkan Uang Saku Haji 2026, Jemaah Terima 750 Riyal untuk Kebutuhan di Tanah Suci

10 April 2026 - 15:46 WITA

Bongkar Mafia Narkoba di Balik Jeruji, Menteri Agus: Siap Sikat Tanpa Pandang Bulu

10 April 2026 - 13:59 WITA

Trending di Nasional