Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

Pemprov Sulsel

Mantan Ketum PB-HMI Sebut Cipayung Siap Support Gugus Tugas Covid-19 Sulsel

badge-check

					Arief Rosyid saat menemui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah. Perbesar

Arief Rosyid saat menemui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah.

BERITA.NEWS, Makassar – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI), M Arief Rosyid Hasan menemui Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah (NA) di ruang kerjanya, Senin (15/6/2020).

Arif mengatakan kedatangannya untuk menyampaikan dukungan dan support dari perkumpulan organisasi Cipayung kepada Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sulsel.

Adapaun kelompok Cipayung tersebut, HMI, PMII, GMNI, PMKRI, GMKI, KMHDI, IMM, dan Himahbudhi. Arief Rosyid sendiri merupakan relawan Covid-19 yang dipercayakan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 pusat untuk mensupport Sulsel.

“Kita sudah bertemu dengan Cipayung plus dan kita support penuh penanganan Covid-19 di Sulsel,” kata Arief Rosyid saat bertemu dengan Gubernur Sulsel, di Kantor Gubernur, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Senin (15/5/2020).

Baca Juga :  Jelang Mubes IKA UNHAS, Gubernur Sulsel Usul Program Skema Bantuan Modal untuk Alumni

Arief Rosyid mengaku, kelompok Cipayung plus ini merupakan kelompok milenial yang dinilainya bisa mensosialisasikan ancaman Covid-19 bagi kesehatan.

“Izin melapor Pak Gubernur, kami bersama dengan teman-teman milenial siap mendukung penanganan Covid-19 ini,” ujar aktivis HMI tersebut.

Sementara itu, Gubernur NA mengatakan, kenaikan angka kurva positif, OTG dan PDP di Sulsel disebabkan adanya rapid test secara massif yang dilakukan Gugus Tugas Covid-19 Sulsel. Rapid test dan PCR sengaja dilakukan secara massif untuk menekan angka penularan Covid-19.

“Jangan melihat yang naik, tapi lihat bagaimana kita menekan angka penularannya. Orang-orang yang berpotensi menularkan itu kita massif melakukan tracking kontak,” jelasnya.

Dia menjelaskan, sesuai teori epidemologi, semakin gencar melakukan tracking kontak, maka semakin bagus penanganan virus mematikan itu.

“Secara epidemologis, semakin masif kita melakukan tracking, semakin bagus. Bayangkan dari 400 spesimen (sampel) sekarang sudah 900 spesimen kita,” pungkasnya.

. Andi Khaerul

Loading

Comments

Baca Lainnya

Pemprov Sulsel Usul 2.200 Km Jalan Provinsi Sebagian Dialihkan ke Nasional

30 April 2026 - 13:46 WITA

Sulsel Raih Penghargaan Tanggap Bencana, Gubernur: Hasil Kerja Kemanusiaan Bersama

29 April 2026 - 20:02 WITA

Jelang Mubes IKA UNHAS, Gubernur Sulsel Usul Program Skema Bantuan Modal untuk Alumni

29 April 2026 - 15:15 WITA

Gubernur Sulsel Serahkan Mobil Operasional Nakes Puskesmas Rongkong Lutra 

28 April 2026 - 15:15 WITA

Penerbangan Masamba – Makassar, Pemprov Sulsel Siapkan Subsidi Tiket

28 April 2026 - 08:07 WITA

Trending di Pemprov Sulsel