Menu

Mode Gelap
Ini Syarat Lengkap Naik KRL selama PSBB Jakarta, Masker Kain Minimal 2 Lapis Kain PSBB Total: Transportasi Kembali Dibatasi, Kegiatan Publik Ditunda Pemprov DKI Tutup Tempat Hiburan selama PSBB Total Mulai 14 September, Termasuk Monas dan Ancol Motor Pribadi Kena Ganjil-Genap di PSBB Transisi Pergub Baru di DKI: Tak Pakai Masker Berulang Bisa Didenda hingga Rp 1 Juta Wamenag: Hampir 88,6 Persen KUA di Jakarta Tidak Layak

News

LSM Somasi Soroti Penjualan Buku Anti Korupsi ke Seluruh SMP di Kabupaten Gowa

badge-check

					LSM Somasi Soroti Penjualan Buku Anti Korupsi ke Seluruh SMP di Kabupaten Gowa Perbesar

BERITA.NEWS, Gowa – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (SOMASI) menyoroti penjualan buku Anti Korupsi kepada seluruh Sekolah Menengah Pertama (SMP) seKabupaten Gowa, Minggu 5 Juni 2022.

Koordinator LSM SOMASI Solihin Nappa menyampaikan berdasarkan hasil penelusurannya penjualan buku Anti Korupsi kepada seluruh Sekolah ditingkat SMP terkesan dipaksakan.

Bahkan kata Solihin, penjualan buku Anti Korupsi diduga mencatut nama Bupati Gowa sehingga semua sekolah wajib mengambilnya.

“Penjualannya terkesan dipaksakan kepada Kepsek, karena ada oknum yang menjual diduga mencatut atau mengatasnamakan Bupati Gowa,” kata Solihin Nappa.

Solihin Nappa mengungkapkan, penjualan Buku tersebut seharga Rp. 52.000. Bahkan lebih anehnya lagi, Buku Anti Korupsi yang dijual Kepsek harus mengambil 30 % dari jumlah murid sekolahnya.

“Inikan Aneh, harga buku 52.000.00 kemudian setiap sekolah mesti diberikan Buku sebanyak atau dibagi 30% dari jumlah sekolah. Contohnya 1000 Murid, Kepala Sekolah harus ambil 30% atau 300 eks Buku Anti Korupsi dan mengisi Nota Pesanan,” ungkapnya.

Solihin Nappa juga menilai penjualan Buku Anti Korupsi semestinya tidak terlalu dibebankan kepada seluruh Kepala Sekolah ditingkat SMP seKabupaten Gowa.

Karena kata dia, Buku Anti Korupsi adalah buku Referensi, bukan buku Wajib diberikan kepada seluruh Kepala Sekolah atau sekolah SMP seKabupaten Gowa.

“Kami harap kepada bapak Bupati Gowa agar kiranya dapat memerintahkan Inspektorat menelusuri Oknum yang diduga menjual nama Bupati. Para Kepala Sekolah terpaksa mengambil buku karena adanya rasa takut,” tandasnya.

Loading

Comments

Baca Lainnya

AS Perluas Operasi, Kapal Tanker Iran Disergap di Samudera Hindia

23 April 2026 - 18:17 WITA

Arab Saudi Berlakukan Denda Rp459 Juta Bagi Pelanggar Aturan Haji

23 April 2026 - 09:57 WITA

ART Curi Perhiasan dan Uang Majikan di Maros Ditangkap di Makassar

22 April 2026 - 09:52 WITA

Telkomsel Hadirkan Paket RoaMAX Haji 2026, Siap Jaga Koneksi Jamaah di Tanah Suci

22 April 2026 - 09:29 WITA

Drama Penggelapan Terbongkar, Polres Maros Ringkus Remaja 17 Tahun

21 April 2026 - 15:49 WITA

Trending di Hukum dan Kriminal